Pemprov Kepri seharusnya matangkan rencana penataan Pulau Penyengat

id Penataan Pulau Penyengat

Pemprov Kepri seharusnya matangkan rencana penataan Pulau Penyengat

Peninggalan sejarah, Masjid Pulau Penyengat di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR meminta Pemprov Kepri mematangkan rencana penataan Pulau Penyengat di Tanjungpinang sesuai peruntukan serta pembangunan agar tidak terjadi kesalahan dalam menata wilayah tersebut.

Kepala BPPW Wilayah Kepri Albert Reinaldo mengatakan masih ada waktu untuk melakukan perbaikan, karena pekerjaan penataan kawasan permukiman ini harus segera dilelang.

"Batas waktunya pada bulan Juni 2022. Kami juga minta kepastian jadwal secara resmi kepada Pemda dan konsultan perencanaan agar kegiatan ini segera dilelang," kata Albert di Tanjungpinang, Selasa.

Albert juga menyebut harga satuan upah dan bahan yang ada di Pulau Penyengat harus dijustifikasi agar harga yang nanti ditampilkan dari konsultan sudah diakomodir dari alokasi untuk kegiatan di pemukiman.

Sementara itu, Pj Sekdaprov Kepri Lamidi berharap penataan Pulau Penyengat harus berdasarkan perencanaan yang matang, agar kegiatan itu tidak menimbulkan suatu permasalahan di kemudian hari.

Menurutnya Pemprov Kepri ingin membangun Pulau Penyengat tahun 2021 dengan total anggaran yang disiapkan sekitar Rp20 miliar, mulai dari infrastruktur cagar budaya, air bersih dan penerangan.

"Kita harus gerak cepat tapi rapi dan sesuai aturan yang berlaku," kata Lamidi.

Lamidi meminta kepada semua stakeholder agar bersama-sama mengawasi kegiatan ini. Jangan hanya melihat mata anggarannya, tapi berkomitmen terhadap pengembangan daerah.

Lanjutnya menegaskan kepada konsultan perencanaan agar bisa menyelesaikan pada akhir bulan November 2021. Sehingga pada awal Desember 2021 bisa diserahkan ke kantor BPPW untuk dilelangkan.

"Harus kerja ekstra, jadi tanggal 1 atau 2 Desember dokumennya bisa diserahkan ke BPPW," demikian Lamidi.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE