DLH Tanjungpinang belum bisa tangani limbah di Pulau Penyengat

id DLH Tanjungpinang, terhambat,UU Cagar Budaya, tangani limbah, di Penyengat

DLH Tanjungpinang belum bisa tangani limbah di Pulau Penyengat

Petugas kebersihan membersihkan limbah sampah di perairan sekitar Pasar Baru, Kota Tanjungpinang (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau terhambat UU Cagar Budaya untuk menangani limbah sampah secara cepat di Pulau Penyengat.

Kepala DLH Tanjungpinang Riono, di Tanjungpinang, Kamis, mesin insinerator yang berfungsi membakar limbah sampah belum dapat ditempatkan di Pulau Penyengat karena terbentur UU Cagar Budaya, meski tujuan dari penggunaan mesin itu untuk melindungi pulau bersejarah tersebut.

Solusinya, DLH harus melakukan kajian terkait penanganan limbah sampah rumah tangga dan lainnya di Pulau Penyengat sebelum menempatkan mesin insinerator itu.

"Pulau Penyengat itu dilindungi UU Cagar Cagar Budaya sehingga perlakuannya berbeda dengan kawasan lainnya. Kami sedang mempersiapkan kajian agar mesin insinerator itu dapat berdaya guna membersihkan lingkungan Penyengat secara cepat," ujarnya.

Riono mengemukakan satu mesin insinerator itu merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan permintaan DLH Tanjungpinang. Mesin itu mampu menghanguskan 1 ton limbah sampah dalam waktu satu jam. Sementara limbah sampah yang diproduksi di Pulau Penyengat mencapai 1-1,2 ton/hari.

"Tentu penggunaan mesin insinerator dengan kapasitas sedang ini jauh lebih efektif, dibanding dengan cara manual," ujarnya.

Selama ini, lanjutnya pengelolaan sampah di Pulau Penyengat masih secara manual sehingga tidak efektif dan tidak efisien.

Petugas kebersihan di Pulau Penyengat setiap hari mengumpulkan sampah, kemudian sampah tersebut diangkut dengan menggunakan empat perahu menuju Tanjungpinang.

"Setiap hari petugas kebersihan yang menjaring sampah di pesisir Tanjungpinang juga mengangkut sampah dari Pulau Penyengat. Kemudian sampah itu dibawa ke darat, diangkut pakai truk sampah menuju tempat pembuangan akhir di kawasan Ganet," kata Riono.

 
Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE