Pemkot Tanjungpinang periksa kesehatan 918 ekor sapi kurban

id tanjungpinang,kepulauan riau,pmk,sapi kurban

Pemkot Tanjungpinang periksa kesehatan 918 ekor sapi kurban

Sapi kurban di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemkot Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), telah memeriksa 918 ekor sapi kurban hari raya Idul Adha dari 56 rumah tangga peternak (RTP), dan hasilnya semuanya sehat.

"Dari hasil pemeriksaan kami, sampai sekarang keadaan hewan ternak dalam keadaan sehat semua," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri, Rabu.

Sebanyak 650 ekor sapi bahkan sudah laku terjual, tambah dia.

Baca juga:
DKPP Batam temukan 62 ekor kambing ilegal di pasaran

Sapi dari Lampung Tengah dikarantina 3 hari guna pastikan bebas PMK

 

Ia mengatakan DP3 rutin melakukan pengawasan, pemantauan, dan pendataan terhadap hewan ternak yang ada di Tanjungpinang, khususnya yang rentan terhadap penyakit penyakit mulut dan kuku (PMK)

Pihaknya juga gencar menyemprot disinfektan ke kandang-kandang sapi, kambing, serta ke tempat-tempat pedagang sapi kurban. "Hal ini dilakukan sebagai langkah kewaspadaan terhadap penyebaran PMK," ujarnya.

Ia menyebut saat ini pasokan ternak sapi dan kambing di Tanjungpinang masih berasal dari dalam daerah, yaitu Kabupaten Anambas dan Natuna. Belum ada hewan kurban yang masuk dari luar Provinsi Kepri.

Yoni memastikan setiap hewan ternak yang masuk ke Tanjungpinang dikarantina dan diobservasi selama lebih kurang 14 hari.

Baca juga:
Sapi dari Lampung Tengah dikarantina 3 hari guna pastikan bebas PMK

Pasokan daging sapi beku Bulog Tanjungpinang cukup sampai Idul Adha

"Jumlah hewan kurban tahun ini memang sedikit berkurang dibanding tahun lalu, tapi cukup untuk pelaksanaan ibadah kurban. Kami juga akan melelang sebanyak 28 ekor sapi melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)," ungkapnya.

Lanjutnya menyampaikan DP3 Tanjungpinang juga membentuk posko untuk penanganan PMK, unit respon cepat (URC), serta melakukan sosialisasi, komunikasi, informasi, dan edukasi ke masyarakat, terutama peternak dan pedagang pelaku peternakan.

"Dalam waktu dekat kita sudah membentuk tim Satgas Penanganan PMK yang melibatkan pemkot, kepolisian, TNI, kejaksaan, karantina, dan instansi terkait lainnya," katanya menegaskan.

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE