Logo Header Antaranews Kepri

Kepala BP2MI minta anggaran untuk lindungi pekerja migran

Selasa, 2 Agustus 2022 10:39 WIB
Image Print
Ayah Pekerja Migran Indonesia asal Cianjur, Jawa Barat, Odi meminta bantuan ke kantor Astakira Cianjur, untuk memulangkan anaknya yang bekerja di Saudi Arabia, Rabu (27/7/2022). ANTARA/Ahmad Fikri
Kami sudah mengajukan beberapa kali penambahan anggaran kepada Komisi XI DPR RI dan Kementerian Keuangan

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani minta anggaran untuk melindungi pekerja migran di luar negeri.

"Kami sudah mengajukan beberapa kali penambahan anggaran kepada Komisi XI DPR RI dan Kementerian Keuangan," katanya di Jakarta, Senin.

Dia berharap di tahun 2023 ada kepedulian semua pihak dengan memberikan kepedulian politik anggaran yang kuat kepada BP2MI.

Benny menjelaskan BP2MI bekerja berdasarkan perintah undang-undang dibekali anggaran sekitar Rp300 miliar.

"Dimana 64 persen dari anggaran itu hanya habis untuk belanja pegawai (gaji) di 23 provinsi perwakilan se Indonesia," ungkapnya.

Sementara kata dia, BP2MI mengurus kurang lebih 4,4 juta pekerja migran resmi di luar negeri dan tersebar di 159 negara. Selain itu, ada juga 4,6 juta orang Indonesia yang berangkat tidak resmi ke luar negeri.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai semua pihak harus memperjuangkan perlindungan dan keadilan bagi pekerja migran Indonesia yang ada di luar negeri.

Dia menilai, perjuangan perlindungan tersebut harus dengan mengedepankan semangat persatuan dan dialog dalam rangka mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kepala BP2MI harap dukungan anggaran untuk lindungi pekerja migran



Pewarta :
Editor: Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2026