Logo Header Antaranews Kepri

Kasal Usul Pertemuan Bilateral Indonesia-China Soal Ikan

Senin, 19 Juli 2010 15:28 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono mengusulkan agar pemerintah Indonesia dan China segera melaksanakan pertemuan bilateral terkait kebiasaan nelayan China yang mencari ikan di perairan Indonesia.

"Kami mendorong pemerintah China dan Indonesia bertemu untuk membicarakan tumpang tindih Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna," kata Kasal usai pertemuan tujuh kepala angkatan laut negara-negara Asia di Batam, Senin.

Nelayan tradisional China, kata dia, mengklaim dapat mencari ikan di perairan Natuna, yang merupakan wilayah ZEE Indonesia berdasarkan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982.

Seharusnya, dengan terbitnya UNCLOS wilayah Kepulauan Indonesia, maka China mengubah klaim wilayah tangkapan ikan.

"Kalau negara lain punya klaim, harus dibicarakan secara bilateral," kata Kasal.

TNI AL, kata dia, dua kali mendapatkan kapal perang China di Perairan Natuna yang masuk wilayah ZEE Indonesia.

Ia mengatakan khawatir hal tersebut terulang kembali, sehingga meminta agar kedua negara segera membicarakan masalah itu secara bilateral.

Tujuh negara yang membahas keamanan Selat Malaka yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darusssalam, Filipina, dan Vietnam.

"Empat negarat dalam pertemuan itu, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand merupakan negara yang terlibat dalam pengamanan Selat Malaka dalam bentuk patroli terkoordinasi, Malacca Strait Sea Patrol (MSSP)," katanya.

Tiga negara lain yakni Brunei Darusssalam, Filipina dan Vietnam, hadir dalam pertemuan itu sebagai pengamat. (Z003/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026