
Urbanisasi Picu Persoalan Pendidikan Batam

Batam (Antara News) - Tingginya arus pendatang dan angka kelahiran di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, ditengarai menjadi penyebab munculnya problem pendidikan di kota industri ini, kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Jumat.
"Hal ini yang menyebabkan pemerintah terus berusaha untuk membangun unit sekolah baru di Batam," katanya.
Dahlan mengatakan untuk mengantisipasi persoalan pendidikan yang selalu muncul setiap tahunnya, Pemerintah Kota Batam telah bekerja sama dengan Badan Pengusahaan Kawasan Batam dan Real Estat Indonesia khusus Batam untuk mendapatkan lahan fasilitas umum di perumahan-perumahan.
Solusi lain yang dilakukan, menurut Dahlan adalah membangun ruang kelas baru di sekolah-sekolah yang sudah ada.
Dahlan juga menyebut pembatasan umur bagi anak usia sekolah yakni minimal usia tujuh tahun juga menjadi solusi persoalan pendidikan di Batam.
Selain itu pemberlakuan sistem zona dan dalam jaringan (online) diyakini dapat membantu mengatasi persoalan ini.
Menurutnya jika Batam terlambat dalam mengambil langkah untuk pemenuhan kebutuhan akan pendidikan, kedepannya akan membuat kewalahan Pemerintah.
"Langkah antisipasi dengan solusi-solusi positif terus kita lakukan," ujarnya.
Komitmen lain yang dilakukan pemerintah untuk mendukung pendidikan di Kota Batam, yakni dengan memberikan anggaran pendidikan bersama dengan DPRD sesuai dengan amanat undang-undang yakni 20 persen dari total anggaran.
Dia juga meminta agar anggaran pendidikan bagi Batam yang berasal dari APBD Provinsi Kepulauan Riau ditambah mengingat separuh dari penduduk provinsi ini berada di Batam.
Muslim Bidin,Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam mentargetkan persoalan pendidikan di Batam bisa tuntas tahun 2014 mendatang.
Menurutnya Dinas Pendidikan Kota Batam setiap tahunnya melakukan pembenahan infrastruktur pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia tenaga pendidik serta mutu pendidikan.
Jumlah penduduk di Batam berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam pada Juli 2010 mencapai 1.025.000 jiwa.
Lonjakan penduduk sangat terlihat dibandingkan pada Agustus tahun 2009 dimana hanya tercatat 922.371 jiwa.
Peningkatan jumlah penduduk di Batam terjadi akibat melonjaknya angka kelahiran maupun tingginya jumlah kaum pendatang.
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
