
Pemkab Karimun Dorong Pendirian Sekolah Formal

Karimun (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mendorong pendirian sekolah agama nonformal sebagai pendukung pendidikan formal dalam menanamkan iman dan takwa bagi anak usia dini.
"Kami mendorong penuh niat warga masyarakat mendirikan pendidikan keagamaan nonformal, terutama untuk anak usia dini," kata Bupati Karimun Nurdin Basirun usai mewisuda 57 santri Taman Kanak-kanak (TK) Islam Raudhatul Athfal di Kecamatan Moro, Sabtu 31 Juli 2010.
Nurdin Basirun mengatakan, dorongan diberikan pemerintah berbentuk bantuan sarana prasarana dan insentif bagi perlengkapan belajar.
"Kedatangan kami ke Moro salah satu bentuk motivasi bagi sekolah agama, terutama bagi anak usia dini," tuturnya.
Menurut dia, kabupaten yang dia pimpin memiliki empat azam (tekad), salah satunya adalah azam iman dan takwa.
"Azam itu tidak akan tercapai dari sekolah formal saja, tetapi harus didukung lembaga nonformal yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat," katanya.
Pendidikan nonformal, kata dia, telah digalakkan sejak beberapa tahun lalu, seperti Taman Pendidikan al-Qur'an (TPQ) bagi anak usia dini, termasuk juga TK yang kurikulum agamanya lebih banyak dibandingkan sekolah umum.
Hampir setiap mesjid dan mushala di kabupaten itu memiliki TPQ yang mengajarkan ilmu agama dan tulis baca al-Qur'an.
"Keberadaan TPQ membantu kami dalam membentengi derasnya pengaruh asing. Apalagi Karimun berada di daerah perbatasan yang ramai dikunjungi orang asing," katanya.
Dia menjelaskan, pembangunan tidak akan berhasil jika warga masyarakat tidak dibekali iman dan takwa.
"Kehidupan sosial akan kacau bila moral warga masyarakat rusak karena tidak memiliki nilai-nilai agama," kata dia.
Nurdin dalam kesempatan itu mewisuda 57 santri yang menyelesaikan pendidikannya di TK Islam Raudhatul Athfal Moro.
Dalam kesempatan itu, Nurdin juga memberikan bantuan dana untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah itu. (A023/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
