
Kapal Ikan Tenggelam Dihantam Badai

Karimun (ANTARA News) - Kapal pengangkut ikan ekspor KM Sumber Rezeki GT 128 asal Pelabuhan Buru, Kabupaten Karimun, tujuan Batu Pahat, Malaysia, Minggu 1 Agustus 2010 dinihari tenggelam dihantam badai di perairan Takong Iyu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
"Berkat kerjasama yang terjalin antara Lanal Tanjung Balai Karimun dengan jajaran Kanwil Bea Cukai Khusus Kepri ke 12 kru kapal ikan itu, berhasil kami evakuasi dalam keadaan selamat," ucap Perwira Pelaksana Lanal TBK Mayor Laut (P) Agustinus Joko di Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Tanjung Balai Karimun, Minggu.
Agustinus Joko mengatakan delapan orang kru kapal berhasil dievakuasi Kapal Patroli BC Kepri Nomor 1505, sedangkan empat orang lainnya berhasil dievakuasi Patroli Lanal TBK.
"Seluruh kru kapal yang berhasil dievakuasi dibawa ke makolanal," jelasnya.
Ditemui di markas TNI AL Tanjung Balai Karimun, nakhoda KM Sumber Rezeki, Syahruddin (52) menjelaskan kapalnya mengangkut 90 boks fiberglass masing-masing berisi 100 kilogram ikan jenis campuran, mulai dihantam badai sekitar pukul 02.00 WIB di perairan Takong Iyu.
"Haluan kapal pecah. Kami berusaha memutar kembali ke arah Pulau Karimun. Pada sekitar 1,5 mil dari perairan Takong Iyu, kapal kami mulai tenggelam secara perlahan-lahan. Seluruh awak kapal langsung naik ke rakit keselamatan," jelasnya.
Dia menuturkan di atas rakit itu menyaksikan kapal tersebut tenggelam secara perlahan-lahan.
"Selama empat jam kami terapung di laut. Saya sedih sudah lebih 20 tahun menakhodai kapal itu dengan rute pelayaran yang sama, tapi baru kali ini kami dihantam badai besar yang menenggelamkan kapal kami," tuturnya.
Masih menurut dia, seluruh badan kapal tenggelam sekitar pukul 05.00 WIB, dan sekitar pukul 09.00 WIB bantuan dari kapal patroli BC datang. Selanjutnya sekitar pukul 10.00 WIB bantuan dari jajaran Lanal Tanjung Balai Karimun juga datang.
"Syukurlah semua kru berhasil diselamatkan," ucapnya.
Sedangkan salah seorang kru kapal, Hasan Husen (39), mengaku saat kejadian sempat panik, karena badai menghantam haluan dan buritan kapal.
"Haluan dan buritan kapal rusak berat. Sulit membendung air laut yang masuk ke kapal. Perlahan-lahan lambung kapal mulai tenggelam, kemudian seluruh kru kapal menaiki rakit penyelamat. Terus terang kondisi saya saat itu sudah panik," paparnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun ke 12 kru kapal itu masing-masing nakhoda Sahrudin (52), Cuage (50), Darmin (35), Daeng Edi Syofyan (30), M. Yakup (37), Pardi (30), Mardius (38), Kamarudin (37), Hasan Husen (39), Husin (19), Mukiman dan Gusman (40).
Sekitar pukul 12.15 WIB awak kapal dijemput oleh agen kapal dan seluruhnya diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
