Logo Header Antaranews Kepri

Optimalkan Potensi Lokal Untuk Tembus Pasar Internasional

Selasa, 24 Agustus 2010 20:54 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Kalangan pelaku kewirausahaan di Indonesia harus bisa mengoptimalkan potensi lokal untuk dapat menembus pasar internasional, kata Ben Casnocha, pakar kewirausahaan dari Amerika Serikat, Senin.

"Produk asli Indonesia dapat digunakan sebagai senjata untuk menembus pasar internasional," kata Casnocha, dalam sebuah forum diskusi UMKM di Batam.

Dia menjelaskan produk lokal tersebut merupakan produk khas Indonesia yang keberadaannya hanya ada dan diproduksi di Indonesia.

Sebagai contoh, lanjutnya, produk lokal Indonesia yang mampu menembus pasar Amerika Serikat adalah mebel artistik berbahan baku kayu asal Surabaya.

Menurut dia, produk seperti ini sangat laku keras di Amerika Serikat karena tidak banyak negara yang mampu memproduksi akibat ketiadaan ataupun keterbatasan bahan baku.

Dia berpesan kepada seluruh pelaku kewirausahaan agar mampu melakukan analisa produk lokal asli Indonesia yang memiliki potensi pasar di internasional selain mebel.

Namun Casnnocha juga berpesan agar sebelum melakukan penetrasi pasar ke luar negeri para pelaku kewirausahaan melakukan studi pasar terlebih dahulu.

"Studi pasar dilakukan untuk mengetahui produk apa yang paling potensial untuk dipasarkan," kata Casnocha.

Para pelaku kewirausahaan juga diharuskan melakukan pemetaan pasar untuk mengetahui seberapa banyak pelaku usaha yang bergerak di sektor sejenis, katanya.

Dia menilai selama ini banyak pelaku kewirausahaan yang terjebak mengikuti tren pasar namun jarang yang mampu memposisikan dirinya sebagai pencipta tren.

Selain itu untuk mengembangkan usaha ke tingkat internasional, Casnocha menjelaskan pelaku kewirausahaan harus memiliki modal kegigihan, kepercayaan, kreativitas dan aksi.

"Aksi itu di antaranya ditandai dengan promosi produk," katanya.

Casnocha adalah pakar sekaligus pelaku wira usaha dari San Fransisco, Amerika Serikat, yang mengembangkan bisnis perangkat lunak komputer.

Dalam usia yang cukup muda, dia telah mendirikan Comcat sebuah perusahaan perangkat lunak yang menjadi langganan sekitar 50 institusi di Amerika Serikat dengan pendapatan mendekati enam juta dolar AS.

Kedatangannya di Batam untuk memberikan motivasi kepada sekitar 40 pelaku kewirausahaan atas prakarsa Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Medan.(SW/A023/Btm2)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026