
Pengamat: Kedepankan Diplomasi Dengan Malaysia

Karimun (ANTARA News) - Pengamat sosial, Trio Wiramon, berpendapat, penggunaan jalur diplomasi yang dikedepankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bagi penyelesaian masalah Indonesia dan Malaysia sudah tepat, sedangkan perang adalah pilihan terakhir.
Utamakan penyelesaian dengan diplomasi sebab banyak hal harus dipertimbangan mulai dari sejarah, keberadaan warga negara Indonesia di Malaysia, begitu juga sebaliknya hingga keberadaan aset kedua negara, ucapnya di Tanjung Balai Karimun, Karimun, Kepulauan Riau, Kamis.
Ketika pemerintah mengupayakan penyelesaian secara damai, berbagai pihak juga mawas diri bahwa masalah perbatasan adalah prioritas untuk diselesaikan secara cepat agar kejadian yang mengusik kedaulatan negara tidak terulang, katanya.
Dia mengatakan penyelesaian masalah perbatasan merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.
"Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satunya melalui diplomasi. Penyelesaian dengan berperang boleh dilaksanakan sebagai upaya terakhir," kata Trio.
Tentang berbagai reaksi pascainsiden penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 13 Agustus 2010 di perairan Bintan, Kepulauan Riau, menurut wajar.
Darah mereka yang memiliki rasa nasionalisme secara serta merta mendidih, termasuk ketika menanggapi pertukaran tiga petugas KKP dengan tujuh nelayan pencuri ikan, katanya.
"Saya juga tidak setuju. Pertukaran boleh dilakukan, tetapi mesti elegan. Masa tiga petugas berseragam dinas dibarter dengan tujuh nelayan yang menerobos wilayah perbatasan," paparnya.(HAM//A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
