
Arus Puncak Pemudik Penuhi KM Bukit Raya

Tanjungpinang, 7/9 (ANTARA) - Ribuan pemudik tujuan Belinyu, Bangka Belitung dan Tanjung Priok, Jakarta, memenuhi kapal Pelni KM Bukit Raya saat berangkat dari Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Bintan, Kepulauan Riau, Selasa dini hari.
"Kami memperkirakan ini arus puncak mudik tujuan Jakarta karena tidak ada lagi kapal yang berangkat sebelum Lebaran," kata Kepala Seksi Pengamanan dan Keselamatan Administrator Pelabuhan Kijang, Kapten Bintang.
Bintang mengatakan, KM Bukit Raya yang mempunya kapasitas 1.500 penumpang terisi penuh oleh pemudik.
"Masih dalam kapasitas normal dan belum melebihi daya angkut," kata Bintang.
Ribuan pemudik berdesak-desakan menaiki kapal untuk mencari tempat duduk.
Sebagian penumpang tidak kebagian tempat di kamar-kamar yang sudah disediakan dan menggelar tikar di lorong-lorong kapal.
Tikar seharga Rp5 ribu yang dijajakan puluhan pedagang di atas kapal juga ludes dibeli pemudik untuk alas tempat duduk dan tidur.
"Kami tidak dapat tempat di kamar kelas ekonomi, jadi mengggelar tikar saja di lorong ini," kata Iwan yang mudik bersama keluarganya menuju Jakarta.
Selain ribuan pemudik, juga ada sebanyak 472 orang TKI bermasalah yang mudik kekampung halamannya setelah di deportasi pihak Malaysia melalui Tanjungpinang.
TKI tersebut menjadi tontonan pemudik karena berbaris jongkok sebelum menaiki kapal.
"Ada sebanyak 472 TKI bermasalah yang kami pulangkan ke daerah asalnya bersama pemudik. Sebelumnya mereka telah ditampung beberapa hari di penampungan Tanjungpinang usai di deportasi Malaysia," kata salah seorang Satgas TKI bermasalah, Ali.
Manager PT Pelni Cabang Tanjungpinang, SL Sihombing mengatakan, sebelum Lebaran Pelni juga menyediakan pelayaran tambahan ke Belawan, Medan pada Rabu (8/9) dari Kijang untuk melayani pemudik tujuan Sumatera.
"Tiket masih tersedia bagi pemudik yang akan pulang ke Belawan," katanya. (ANT-029/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
