
Adpel Minta Parit Rampak Dibentengi Pemecah Gelombang

Karimun, (ANTARA News) - Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau meminta Badan Usaha Pelabuhan membentengi pelabuhan bongkar muat dan penyeberangan Parit Rampak, Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral dengan batu pemecah gelombang.
''Surat permintaan itu sudah kami layangkan kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) karena pelabuhan itu belum dilengkapi batu pemecah gelombang,'' kata Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Balai Karimun Gajah Rooseno, di Tanjung Balai Karimun, Rabu 29 September 2010.
Menurut Gajah Rooseno, pemasangan batu pemecah gelombang di sepanjang pantai pelabuhan harus dilakukan untuk mencegah abrasi dan pengikisan akibat hempasan gelombang.
''Kami khawatir peristiwa jebolnya batu miring di pelabuhan itu kembali terjadi jika tidak segera dilengkapi batu pemecah gelombang,'' kata Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Balai Karimun Gajah Rooseno, di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Hujan deras disertai angin kencang di perairan itu pada Senin (21/9) malam mengakibatkan batu miring yang membentengi areal pelabuhan sepanjang 12 meter jebol dihantam ombak dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.
''Pihak BUP sedang melakukan perbaikan, sementara aktivitas di pelabuhan itu dihentikan sambil menunggu perbaikan selesai,'' ucapnya.
Dia mengatakan, perusahaan pelayaran pengguna jasa juga enggan berlabuh jika keselamatan aktivitas bongkar muat tidak terjamin.
''Perairan di depan pelabuhan Parit Rampak rentan gelombang besar jika cuaca buruk karena berada di berhadapan dengan laut lepas. Karena itu, pemasangan batu pemecah gelombang harus dilakukan,'' katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Karimun Cendra Nawazir menyetujui aktivitas bongkar muat di pelabuhan itu dihentikan sambil menunggu selesainya perbaikan.
''Perbaikan segera kami lakukan,'' katanya.
Pelabuhan Parit Rampak merupakan pelabuhan penyeberangan dan bongkar muat kawasan perdagangan bebas yang berhadapan dengan perairan barat Pulau Karimun Besar.
Ombak besar jika cuaca buruk kerap melanda perairan itu karena merupakan perairan lepas. Hingga kini, aktivitas di pelabuhan itu terhenti karena pihak BUP masih melakukan perbaikan terkiat jebolnya batu miring di pinggiran pantai pelabuhan. (ANT-028/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
