Logo Header Antaranews Kepri

Lantamal IV/Tanjungpinang Tingkatkan Antisipasi Teroris

Kamis, 30 September 2010 17:39 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Pangkalan Utama TNI AL IV/Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau akan meningkatkan koordinasi dengan kepolisian dan institusi lainnya untuk mengantisipasi teroris.

Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV/Tanjungpinang Mayor Johanes Sitanggang, Kamis 30 September 2010, mengatakan, permasalahan teroris belum pernah dibahas bersama pihak kepolisian, TNI AD, TNI AU dan pemerintah sipil

"Karena itu, perlu dilakukan peningkatan koordinasi dalam rangka mengantisipasi masuknya teroris di Kepulauan Riau (Kepri)," katanya.

"Kami juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mendapatkan foto dan identitas teroris yang belum tertangkap," ujar Sitanggang yang dihubungi dari Tanjungpinang, ibu kota Kepri.

Ia mengatakan, teroris merupakan musuh negara yang harus diberantas secara bersama-sama. Kerja sama antarinstitusi yang berhubungan dengan teroris akan memperkuat pengawasan di wilayah perairan dan daratan Kepri.

Wilayah perairan Kepri seluas 96 persen harus diawasi secara bersama-sama, meski anggota TNI AL setiap saat melakukan patroli.

Lantamal IV/Tanjungpinang akan memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk di perairan Kepri, sebagai upaya untuk mengantisipasi aksi teroris.

"Pelabuhan rakyat juga diawasi anggota TNI AL selama 24 jam," ungkapnya.

Sementara itu Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bintan, mengatakan Bintan, maupun kabupaten/kota lainnya yang berada di Kepri memiliki banyak pintu masuk, khususnya di kawasan perairan yang terbuka, dan sulit diawasi oleh aparat yang berwenang.

Pintu masuk di kawasan perairan Bintan dapat menjadi pintu masuk teroris maupun aksi kejahatan lainnya.

"Kami minta pemerintah dan masyarakat mewaspadai teroris masuk ke daerah tersebut," kata Simamora yang juga Ketua Komisi I DPRD Bintan.

Ia meminta pemerintah, aparat yang berwenang serta masyarakat mewaspadai aktivitas teroris.

Pelaku teror dapat menggunakan pelabuhan rakyat yang sering digunakan untuk memberangkatkan dan memulangkan TKI ilegal.

Pintu keluar/masuk TKI yang perlu diwaspadai berada di Tanjung Berakit, Sungai Kecil, Kawal dan Galang Batang. Teroris dapat menyamar sebagai TKI agar lebih leluasa melancarkan aksinya.

Untuk menghambat aktivitas teroris maupun kejahatan lainnya, sebaiknya pemerintah menutup seluruh pelabuhan rakyat yang sulit diawasi oleh polisi, TNI dan masyarakat.

"Upaya antisipasi terhadap permasalahan yang kemungkinan dapat terjadi sebaiknya dilakukan segera oleh pemerintah dan aparat yang berwenang," katanya. (ANT-NP/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026