
Warga Simpangan Ancam Usir Penganut Ahmadiyah

Tanjungpinang (ANTARA News) - Warga Kampung Simpangan, Kelurahan Toayapa Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, mengancam akan mengusir penganut Jamaah Ahmadiyah jika pemerintah tidak bersikap tegas.
Salah seorang tokoh Kampung Simpangan, Kabupaten Bintan, Zulkifli, Senin 10 Oktober 2010, mengatakan, warga telah mengirim surat pemberitahuan sekaligus peringatan kepada pemerintah agar segera mengusir Ahmadiyah yang semakin berkembang di kampung mereka.
"Kami minta pemerintah segera bertindak agar tidak terjadi aksi kekerasan warga terhadap warga penganut Jamaah Ahmadiyah," ujar Zulkifli setelah mengikuti rapat antara tokoh agama, instansi yang berwenang dan pengurus Ahmadiyah.
Ia mengatakan, warga merasa khawatir Ahmadiyah semakin berkembang di kampung Simpangan.
Kekhawatiran warga bertambah setelah beberapa jamaah Ahmadiyah dari luar Kepulauan Riau tinggal di kampung mereka.
Sikap warga akan diputuskan dalam rapat. Warga akan melakukan tindakan agar Ahmadiyah tidak berkembang di kampung mereka.
"Kami tidak ingin mengganggu mereka, tetapi kami juga tidak mau mereka berkembang dan meresahkan warga," katanya.
Pemimpin Ahmadiyah Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) Usahanta Ginting, mengatakan, Ahmadiyah tidak pernah mengganggu warga yang mayoritas beragama Islam.
Selama ini jamaah Ahmadiyah dan umat Islam hidup rukun, katanya.
Ia meminta permasalahan yang dikeluhkan warga dibicarakan secara baik-baik, karena selama ini belum ada warga yang protes terhadap aktivitas Ahmadiyah.
"Kalau tidak ada masalah, jangan cari-cari masalah karena itu tidak baik. Saya berkeyakinan hanya beberapa orang saja yang merasa tidak senang dengan kehadiran Ahmadiyah," ungkapnya.
Ginting membantah semua tudingan mantan jamaah Ahmadiyah yang juga warga setempat. Namun Ginting menolak menanggapi berbagai laporan warga yang menyatakan Ahmadiyah sesat.
Beberapa mantan jamaah Ahmadiyah mengaku pernah diajari beberapa hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, antara lain menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi terakhir setelah Nabi Muhammad dan tidak mau shalat jika imamnya umat Islam.
"Ajaran Ahmadiyah ekslusif. Jamaah hanya dibenarkan menikah dengan orang Ahmadiyah," kata Budiman, mantan pengikut Ahmadiyah yang tinggal di Kampung Simpangan.
Budiman dan anggota keluarganya masuk Ahmadiyah sekitar dua tahun silam. Selama setahun mereka mengikuti ajaran Ahmadiyah, dan kembali ke ajaran Islam sekitar setengah tahun lalu.
"Ada perbedaan yang nyata antara Islam dengan Ahmadiyah. Itu yang membuat kami keluar dari ajaran Ahmadiyah," ungkapnya. (ANT-NP/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
