Logo Header Antaranews Kepri

Realisasi belanja APBN Kepri capai Rp13 triliun

Kamis, 15 Desember 2022 17:45 WIB
Image Print
Kepala DJPb Provinsi Kepri, Indra Soeparjanto. (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Riau (DJPb Kepri) menyampaikan realisasi belanja APBN regional di daerah itu periode 30 November tahun 2022 mencapai Rp13 triliun atau 88,25 persen dari target APBN yang telah ditetapkan.

"Angka ini meningkat 6,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala DJPb Kepri Indra Soeparjanto dalam konferensi pers perkembangan APBN 2022 di kantornya, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Kamis (15/12).

Dalam realisasi belanja negara tersebut, katanya, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp5 triliun miliar atau 70,93 persen dari pagu anggaran sebesar Rp7,1 triliun.

Menurutnya belanja yang belum terealisasikan seutuhnya itu disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya terdapat pekerjaan yang masih dalam tahap lelang atau gagal lelang, sehingga pelaksanaan pekerjaan menjadi mundur dari rencana awal.

"Selain itu, terdapat proyek pekerjaan yang terkendala oleh cuaca sehingga proses penyelesaian pekerjaan menjadi terhambat, serta terdapat beberapa proyek yang termin pembayarannya jatuh tempo pada akhir bulan Desember 2022, sehingga belanja belum terbayarkan/terealisasi," ungkapnya.

Sementara dari sisi pendapatan negara di Kepri hingga akhir November 2022, mencapai Rp11,4 triliun atau 98,59 persen dari target yang ditetapkan. Nilai tersebut meningkat 19,57 persen dari capaian penerimaan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara nominal, realisasi komponen pendapatan yang bersumber dari penerimaan Perpajakan mencapai Rp9,5 triliun atau 82,67 persen dan dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp2,1 triliun atau 17,33 persen.

"Peningkatan penerimaan negara pada akhir November 2022 didorong oleh keberhasilan program program pengungkapan sukarela atau PPS, extra effort pemungutan perpajakan, serta kenaikan harga komoditas," papar Indra.

Selanjutnya penyaluran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sampai dengan akhir November 2022 mencapai Rp7,9 triliun miliar atau 104,73 persen terhadap target APBN 2022 atau meningkat sebesar 16,46 persen dibandingkan dengan periode yang sama di Tahun 2021.

TKDD tersebut terdiri atas penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Insentif Daerah (DID), DAK Fisik, DAK Non Fisik, dan Dana Desa.

"Hampir keseluruhan realisasi komponen belanja TKDD masih pada on track sesuai jadwal penyaluran," jelas Indra.

TKDD yang telah disalurkan ke Kepri hingga 30 November 2022 sebesar Rp7,90 triliun atau 67,23 persen dari total pendapatan APBD. Jumlah DAK Fisik yang telah disalurkan per 30 November 2022 sebesar Rp451,51 Miliar atau 76,23 persen dan menjadi realisasi penyaluran DAK Fisik tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Lanjutnya menyampaikan untuk capaian realisasi APBD Kepri hingga 30 November 2022, pendapatan APBD telah terealisasikan sebesar Rp11,75 triliun atau 85,91 persen yang masih didominasi oleh pendapatan dari dana transfer sebesar Rp7,90 triliun dari total pendapatan.

Sedangkan realisasi Belanja APBD Kepri sebesar Rp10,32 triliun yang masih didominasi oleh belanja operasi sebesar Rp7,90 triliun atau 79,95 persen dari total belanja.

"Kami terus melakukan pembinaan kepada pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas perencanaan dan belanja daerah, sehingga dapat lebih berfokus pada output dan outcome kepada masyarakat. Juga mendorong penyerapan atas belanja APBD guna mendorong dan menjaga pertumbuhan perekonomian khususnya di Kepri," demikian Indra.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026