
Haji - Masiran Berangkat ke Madinah dengan Infus

Batam (ANTARA News) - Masiran, seorang dari 449 orang dari Kelompok Terbang III Calon Jamaah Haji Embarkasi Batam, Kamis 14 Oktober 2010, diberangkatkan ke Madinah dengan selang oksigen dan cairan infus yang dipasang petugas kesehatan di Poliklinik Bandara Hang Nadim.
Semula, dokter kloter III dan paramedis berdiskusi untuk menunda pemberangkatan Masiran, 60, yang sesak nafas, dehidrasi dan penyakit tekanan darah tingginya kambuh, namun pasien menolak.
"Masa ditunda? Saya tidak punya teman di sini kalau ditinggal sendirian," kata Masiran, asal Rokan Hulu, Riau, ketika masih tergolek di ranjang.
Kepada dr Hermansyah Nasution, ketika pesawat Boeing 747-400 siap berangkat pukul 12.00 WIB setelah tertunda dua jam untuk perbaikan komputer pengelola penerbangan di kursi kopilot, pasien minta tetap diberangkatkan bersama kloter III.
Nasution akhirnya memutuskan Masiran tetap dapat berangkat setelah dipasangi selang cairan infus dan oksigen sekitar 10 menit setelah pukul 12.00 WIB.
"Selain dehidrasi, sesak nafas pasien karena tekanan darah tinggi," kata Nasution yang menempatkan Masiran di kursi dengan tim medis selama 8,5 jam perjalanan menuju Madinah.
Pemberangkatan Kloter III Embarkasi Hang Nadim terlambat dua jam dari rencana pukul 10.00 WIB sebab teknisi Saudi Arabian Airlines (SAL) sejak pagi harus memperbaiki komputer pengelola penerbangan di kursi kopilot Boeing 747-400 pengangkut jamaah.
"Tidak apa-apa terlambat dua jam, daripada berisiko bahaya ketika sudah di terbang," kata Suwardi, 55, asal Pekanbaru, Riau.
Bersama istrinya, Suwardi menyatakan, yang penting adalah keselamatan penumpang dan jamaah semua sabar menunggu hingga pesawat benar-benar aman untuk dioperasikan.
Selama masa tunggu dua jam, jamaah mendapat minuman dan makanan ringan dari SAL. (A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
