Logo Header Antaranews Kepri

Kabut Asap Belum Ganggu Pelayaran di Karimun

Rabu, 20 Oktober 2010 17:10 WIB
Image Print

Karimun, (ANTARA News) - Kabut asap yang menyelimuti perairan Karimun, Provinsi Kepulauan Riau belum menganggu pelayaran kapal penumpang di pelabuhan domestik maupun internasional Tanjung Balai Karimun.

''Belum ada kebijakan menunda keberangkatan kapal penumpang karena kabut asap masih aman bagi pelayaran,'' kata Kepala Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Gajah Rooseno, di kantornya Rabu 20 Oktober 2010.

Jarak pandang di laut, menurut Gajah Rooseno, masih dapat dijangkau nakhoda kapal, kira-kira 1,5 km masih dapat ditembus dengan mata telanjang,'' ucapnya.

''Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga belum mengeluarkan peringatan khusus terkait kabut asap,'' ucapnya.

Dia menuturkan, BMKG menginformasikan kabut asap tidak diiringi cuaca buruk seperti angin kencang yang memicu gelombang besar sehingga masih menoleransi lalu lintas pelayaran semua jurusan, baik tujuan Tanjungpinang, Batam, Riau maupun Malaysia dan Singapura.

Berdasarkan Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL) 1972, jelas dia, kondisi perairan yang berkabut harus diwaspadai nakhoda terhadap kemungkinan bertabrakan dengan kapal lain.

''Kewaspadaan itu dilakukan dengan cara menggunakan semboyan kenavigasian, seperti bunyi gong, gaung atau terompet sehingga keberadaan kapal dapat diketahui dengan cepat oleh kapal lain,'' jelasnya.

Selain itu sarana navigasi seperti radar dan GPS (global positioning system) harus dioptimalkan untuk memantau lalu lintas kapal.

Pantauan, kabut asap menutupi Pulau Parit jika dilihat dari pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun. Asap tipis memutihkan perairan namun kegiatan lalu lintas kapal tetap berjalan normal, seperti KM Ocean Indoma, berlayar sesuai jadwal sekitar pukul 13.30 WIB menuju Kukup, Johor, Malaysia.

Sementara itu, pusat kota Tanjung Balai Karimun juga diselimuti kabut asap dengan jarak pandang sekitar dua kilometer.

Warga kota tetap beraktivitas seperti biasa dan jalan-jalan kota tetap padat dengan kendaraan roda dua maupun empat.

''Kabut asap mulai menipis dibandingkan pada pagi hari. Kami tetap beraktivitas seperti biasa,'' kata Anwar, karyawan swasta. (ANT-028/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026