Logo Header Antaranews Kepri

Anggaran Bintan 2011 Diperkirakan Defisit Rp90 Miliar

Selasa, 26 Oktober 2010 23:01 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Anggaran Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau tahun 2011 diperkirakan defisit Rp90 miliar, kata Ketua Badan Anggaran DPRD Bintan Lamen Sarihi, Selasa.

"Pendapatan Bintan sebelumnya diasumsikan Rp490 miliar, naik menjadi sebesar Rp523 miliar, sementara belanja mencapai Rp613 miliar," ujar Lamen yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bintan, di Tanjungpinang.

Ia mengatakan, belanja tidak langsung sebesar Rp324 miliar, sedangkan belanja langsung Rp288 miliar. Pendapatan Bintan bersumber dari pendapatan asli daerah Rp123,6 miliar, dana perimbangan sebesar Rp137 miliar dan pendapatan lain-lain yang dianggap sah.

Selain itu, kata dia, pendapatan berasal dari hibah PT Aneka Tambang sebesar Rp1 miliar dan dana bagi hasil dari Pemerintah Kepri dan daerah lainnya sebesar Rp32 miliar.

Sementara sisa lebih penggunaan anggaran 2010 diperkirakan sekitar Rp93 miliar, akan digunakan untuk menutupi defisit belanja pada tahun berjalan (tahun 2011).

"Hibah dari PT Aneka Tambang akan digunakan untuk pembangunan Mesjid Raya Kijang, yang merupakan aset milik Pemerintah Bintan," ujarnya setelah rapat paripurna penandatanganan kebijakan umum anggaran dan perioritas plafon anggaran sementara 2011.

Sementara Bupati Bintan Ansar Ahmad mengatakan, berdasarkan perencanaan belanja daerah tahun 2011, anggaran tersebut digunakan untuk peningkatan aksebilitas pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat miskin dan masyarakat berpendapatan rendah.

Anggaran tahun 2011 juga direncakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat usaha ekonomi lemah seperti pedagang, usaha kecil dan menengah, petani dan nelayan.

"Anggaran itu juga untuk pembangunan dasar seperti jalan, jembatan, sanitasi, air bersih, serta listrik di kawasan yang dihuni masyarakat miskin, desa dan pulau terpencil," katanya.(ANT-NP/A013/Btm2)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026