Logo Header Antaranews Kepri

PLN Diminta Penuhi Kebutuhan Listrik di FTZ

Rabu, 27 Oktober 2010 16:28 WIB
Image Print
Gubernur Kepulauan Riau HM Sani. (kepri.antaranews.com/Henky Mohari)

Tanjungpinang (ANTARA News) - Gubernur Kepulauan Riau HM Sani meminta PLN memenuhi kebutuhan listrik di Batam, Bintan dan Tanjung Balai Karimun yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Hal itu disampaikan Sani ketika memberi sambutan pada perayaan Hari Listrik Nasional dan Gerakan Pemasangan Sejuta Pelanggan Baru yang diselenggarakan di Tanjungpinang, Rabu 27 Oktober 2010.

"PLN jangan hanya berkonsentrasi memenuhi kebutuhan listrik untuk calon pelanggan yang masuk daftar tunggu, melainkan juga harus memenuhi kebutuhan listrik di FTZ "kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas)," ungkap Sani.

Ia mengatakan, listrik dan air merupakan kebutuhan dasar untuk mengembangkan investasi di daerah yang telah ditetapkan sebagai kawasan khusus perdagangan. Selama ini, kedua kebutuhan dasar itu masih menjadi kendala utama dalam menarik investasi.

"Kami optimistis PLN merealisasikan janjinya untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kepri, paling lama tahun 2013," katanya.

Sementara kebutuhan air bersih baik untuk masyarakat maupun dunia usaha masih menjadi kendala yang akan dibahas bersama pemerintah kabupaten/kota yang berada di FTZ. Beberapa program untuk memenuhi kebutuhan air bersih telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil yang maksimal.

"Permasalahan air ini sangat rumit. Namun kami yakin dibalik permasalahan, pasti ada solusi untuk mengatasinya," katanya.

Ia mengatakan, pemenuhan listrik dan air dapat memacu investasi di FTZ. Permasalahan itu menjadi perhatian khusus pemerintah, karena pertumbuhan ekonomi di Kepri masih bergantung pada investasi.

Menurutnya, investasi yang besar dapat mendorong perekonomian kecil, menengah dan besar. Dunia usaha yang lahir di FTZ juga berdampak positif pada perekonomian masyarakat dan tenaga kerja.

"Kami optimistis investasi yang berkembang akan mengurasi angka kemiskinan dan mengurangi pengangguran," ungkapnya. (ANT-NP/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026