Logo Header Antaranews Kepri

Komnas HAM temukan indikasi eskalasi kekerasan di Papua usai penangkapan Lukas Enembe

Sabtu, 14 Januari 2023 13:57 WIB
Image Print
Tangkapan layar-Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro memberikan keterangan dalam unggahan video di kanal YouTube Humas Komnas HAM RI "Komnas HAM: Respon Terkait Situasi HAM di Papua", seperti dipantau di Jakarta, Sabtu (14/1/2023). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Jakarta (ANTARA) - Komnas HAM menemukan indikasi eskalasi kekerasan di Papua usai penangkapan Lukas Enembe oleh KPK.

"Komnas HAM juga menemukan indikasi eskalasi kekerasan di Papua, terutama pascapenangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe," kata Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro dalam unggahan video di kanal YouTube Humas Komnas HAM RI "Komnas HAM: Respon Terkait Situasi HAM di Papua", seperti dipantau di Jakarta, Sabtu.

Atnike meminta semua pihak tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengakibatkan konflik kekerasan di Papua semakin meluas. Lebih lanjut, ia juga menegaskan Komnas HAM mengecam tindakan perusakan fasilitas umum dan meminta semua pihak tidak menyebarkan informasi provokatif.

"Yang akan memunculkan sentimen negatif dan memperkeruh keadaan," kata dia.

Secara khusus, Komnas HAM meminta kapolda Papua, pangdam 17 Cendrawasih, dan pemerintah daerah di Papua dapat menciptakan situasi kondusif secara berkelanjutan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk meredam ketegangan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komnas HAM temukan indikasi eskalasi kekerasan usai penangkapan Enembe



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026