Logo Header Antaranews Kepri

Harga Beras Jawa di Karimun Bertahan

Selasa, 2 November 2010 18:05 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Harga beras asal Pulau Jawa di pasar tradisional Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau bertahan setelah mengalami kenaikan antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram pada Oktober lalu.

''Sejak mengalami kenaikan bulan lalu, beras asal Jawa belum turun harga maupun sebaliknya,'' kata Ahong, pedagang sembako Pasar Puakang, Tanjung Balai Karimun, Selasa 2 November 2010.

Ahong menjelaskan, beras kualitas tinggi berkisar antara Rp10.000 hingga Rp10.500 per kilogram, naik Rp1.500 per kilogram.

Dia mencontohkan beras merk 42, Ketupat atau Kelinci kini dijual Rp10.500/kg.

Beras kualitas sedang, lanjut dia, berkisar antara Rp8.000-Rp8.500/kg, seperti beras cap 64 yang per kilo Rp8.500. Sedangkan beras kualitas asalan berkisar antara Rp5.500-Rp6.500/kg.

''Baik beras kualitas tinggi, pada bulan lalu naikl antara Rp1.000-Rp2.000/kg,'' katanya.

Beras yang dia jual dipasok dari Pulau Jawa dengan persediaan cukup. Sedangkan beras dari Sumatra Barat, salah satu lumbung beras di Sumatra, kini kurang diminati konsumen.

"Kami tidak tahu penyebabnya, berasnya lunak setelah dimasak. Biasanya kualitasnya bagus, persediaan beras dari Padang menumpuk karena tidak diminati pembeli,'' katanya.

Bujang, pedagang lain, mengatakan harga beras dagangannya juga bertahan. Dia juga mengaku tidak menjual beras Sumatra karena pembeli lebih memilih beras Jawa.

"Kenaikan harga beras terjadi sebulan lalu, sekarang masih bertahan dengan harga tersebut,'' katanya.

Sementara itu, harga kebutuhan bahan pokok, seperti gula dan minyak goreng curah juga bertahan dengan Rp9.000-Rp9.500/kg.
(ANT-028/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026