
Adpel Karimun Imbau Nakhoda Waspdai Kabut Asap

Karimun (ANTARA News) - Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun mengimbau nakhoda kapal penumpang mewaspadai kabut asap yang kembali menyelimuti perairan Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu.
"Meski tidak setebal kabut asap Oktober lalu, kami tetap mengimbau nakhoda kapal berhati-hati," kata Kepala Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Gajah Rooseno ketika dihubungi, Sabtu.
Menurut Gajah Rooseno, nakhoda diminta menggunakan sarana navigasi seperti tanda isyarat berupa sirine atau klakson selama berlayar, terutama saat hendak berpapasan dengan kapal lain.
"Sarana navigasi harus dioptimalkan demi keselamatan pelayaran," ucapnya.
Dia mengatakan, sampai saat ini belum ada kebijakan menunda kegiatan pelayaran kapal penumpang dalam maupun luar negeri.
"Ketebalan kabut asap masih dalam batas normal. Belum mengganggu jarak pandang," ucapnya.
Menurut dia, aktivitas pelayaran akan ditunda jika kabut asap kian tebal atau dibarengi cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin.
"Cuaca juga cukup cerah. Jadi, belum ada kebijakan menunda pelayaran," ucapnya.
Kabut asap diduga kiriman dari daerah lain menebal pada siang hari di tengah teriknya sinar matahari.Pulau Parit, yang berhadapan dengan Pulau Karimun Besar tampak samar akibat kabut asap.
"Kabut asap saat ini sepertinya lebih tebal dibandingkan tadi pagi," kata Zein, warga.
Aktivitas pelayaran berjalan normal. Kapal-kapal penumpang antarpulau dan luar negeri silih berganti merapat di dermaga dua pelabuhan tersebut.
Perairan Tanjung Balai Karimun juga dalam kondisi tenang karena cuaca sedang cerah.
Sementara, kabut asap di kota Tanjung Balai terlihat jelas dari daerah ketinggian, seperti di kawasan pemukiman penduduk Bukit Tiung atau Bukit Senang. ruko-ruko berselimut asap meski masih tipis. (ANT-028/S006/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
