
Inflasi Tanjungpinang Terendah di Sumatra

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,26 persen pada Desember 2010, terendah dibanding 16 kota lain di Sumatra.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe yaitu 2,97 persen, kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Mangaputua Gultom, di Tanjungpinang, Senin.
Sementara di Banda Aceh terjadi inflasi 1,18 persen, Sibolga 2,94 persen, Pematang Siantar 2,6 persen, Medan 1,48 persen, Padang Sidempuan 2,63 persen, Padang 2, Pekanbaru 1,33 persen, Dumai 2,4 persen, Jambi 1,83 persen, Palembang 0,54 persen, Batam 0,61 persen, Pangkal Pinang 1,30 persen dan Bengkulu 1,41 persen
"Tanjungpinang mengalami inflasi karena kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru 2011," kata Gultom.
Ia mengemukakan, indeks harga konsumen Tanjungpinang pada Desember 2010, lebih tinggi 0,26 persen daripada IHK 125,37 pada bulan sebelumnya.
Inflasi
"Selama 12 bulan tahun 2010 Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebanyak 9 kali dan sebaliknya, 3 kali terjadi deflasi.
Inflasi di Tanjungpinang pada Desember 2010 disebabkan kenaikan indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 0,52 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,24 persen, kelompok sandang sebesar 0,83 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen.
Sebaliknya, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga justru mengalami penurunan indeks masing-masing sebesar 0,02 persen dan 0,04 persen.
Berdasarkan hasil pencatatan perkembangan harga kebutuhan masyarakat Tanjungpinang selama Desember 2010, sebanyak 66 komoditas mengalami perubahan harga.
Sebanyak 40 komoditas mengalami kenaikan harga, antara lain, beras, cabai merah, cabai rawit, emas perhiasan, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, bayam, cabai hijau, jeruk, sop, dan air minum kemasan.
Di samping itu, tercatat 26 komoditas mengalami penurunan harga, antara lain, sotong, daging ayam ras, kangkung, ikan selar, kacang panjang, daging sapi, sawi hijau, tomat sayur, wortel, sabun mandi, cumi-cumi, dan rempela hati ayam.
"Sedangkan laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember 2010) di Kota Tanjungpinang sebesar 6,17 persen," ungkapnya. (KR-NP/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
