Logo Header Antaranews Kepri

Batam Layak Dapat Insentif Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

Kamis, 6 Januari 2011 14:03 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Kota Batam layak mendapatkan tambahan dana insentif dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara karena pertumbuhan ekonomi kota industri jauh di atas rata-rata nasional.

"Kota Batam layak mendapatkan insentif, karena pertumbuhan ekonominya bagus," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis di Batam, Kamis.

Pertumbuhan ekonomi Kota Batam pada 2010 mencapai 8,3 persen, jauh di atas rata-rata nasional 6,1 persen.

Ia mengatakan APBN mengalokasikan dana insentif khusus untuk kota-kota dengan angka pertumbuhan ekonomi tinggi, tingkat inflasi rendah, tingkat pengangguran rendah dan tingkat kemiskinan rendah.

"Dengan syarat opini Badan Pemeriksaan Keuangan atas APBD daerah bersangkutan minimal tidak disclaimer,"katanya.

Anggaran insentif itu, kata dia, dialokasikan dalam alokasi belanja lain-lain dalam APBN.

Mengenai besaran dana insentif yang layak diterima Pemerintah Kota, ia mengatakan belum bisa menghitung.

"Tahun 2010, Pemerintah Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau juga mendapatkan dana insentif, tahun 2011, juga layak mendapatkan dana serupa," kata dia.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,3 persen pada 2011.

"Target kami sama dengan semester awal 2010, pertumbuhan 2011 sebesar 8,3 persen," kata Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani.

Angka pertumbuhan itu, kata dia, terutama didorong oleh peningkatan ekonomi di Kawasan Perdagangan Bebas Batam, Bintan dan Karimun (FTZ BBK).

Ia mengatakan pertumbuhan investasi di FTZ BBK masih sangat baik, sehingga optimistis angka pertumbuhan 2011 sebesar 8,3 persen.

Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, pemerintah provinsi akan mempercepat penyelesaian peraturan terkait FTZ yang masih belum selesai di pemerintah pusat.

Selain menyelesaikan malasah peraturan, Pemprov Kepri juga akan membuat kebijakan memberikan pelayanan terbaik.

Pemprov juga akan memastikan keamanan dan kenyamanan di FTZ BBK untuk menjamin penanam modal.

Ia yakin penanam modal akan bertambah di FTZ BBK karena iklim investasi semakin nyaman. (Y011/B008/Btm2)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026