
Mutu Jalan Wonosari Kecewakan Warga Karimun

Karimun (ANTARA News) - Warga Kelurahan Baran, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau kecewa terhadap proyek pengaspalan tiga kilometer Jalan Wonosari dengan dana APBD Rp4,5 miliar, karena bermutu rendah sehingga harus ditambal sulam.
''Kami kecewa terhadap pengerjaan proyek pengaspalan Jalan Wonosari. Masalahnya, proyek tersebut baru selesai pada Desember 2010, tetapi berkualitas rendah sehingga aspalnya sudah berlubang-lubang dan ditambal sulam,'' kata Toto, di Wonosari, Baran, Meral, Selasa.
Toto didampingi sejumlah warga mengajak ANTARA melihat langsung kondisi badan jalan yang rusak tersebut di beberapa tempat, antara lain di persimpangan jalan menuju Kampung Bukit serta menuju Batu Lipai.
Sedikitnya terdapat tujuh lubang dengan lebar sekitar 50 centimeter. Lubang-lubang tersebut berbentuk bujur sangkar dan segi empat, tanda hendak diperbaiki oleh kontraktor proyek.
Warga di sepanjang jalan tersebut, menurut dia, kurang puas meski kontraktor sedang mengupayakan penambalan terhadap lubang tersebut karena kondisi aspalnya sudah tidak mulus.
"Sangat tidak wajar jika sebuah proyek yang baru selesai ditambal sulam. Dan, seorang warga mengalami kecelakaan karena sepeda motornya tertabrak lubang karena tidak menyangka jalan yang mulus dan baru dikerjakan sudah berlubang,'' tuturnya.
Dia mengungkapkan, meski proyek tersebut masih dalam masa perawatan, bukan berarti kontraktor seenaknya melakukan tambal sulam.
''Perawatan proyek sudah kewajiban bagi kontraktor dengan ketentuan pengerjaannya tidak asal jadi atau sesuai bestek,'' katanya.
Dia menduga proyek tersebut dikerjakan asal jadi.
Hal itu, lanjut dia, terindikasi dari pengerasan tanah yang kurang sempurna serta ketebalan aspal yang tidak merata.
''Aspal di bagian tengah lebih tipis dari bagian pinggir. Ketebalannya hanya tiga centimeter, padahal standarnya lima centimeter,'' tuturnya.
Sandi, warga, menilai kualitas aspal yang digunakan juga sangat rendah dan mudah hancur, komposisi ter sedikit dan lebih banyak kerikil dan pasir.
''Kami minta kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum melakukan perbaikan sehingga kondisi jalan tampak mulus seperti baru, bukan tambal sulam seperti ini,'' katanya.
Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, warga menurut dia akan melaporkan kontraktor dan penanggung jawab proyek kepada aparat penegak hukum.
''Kami menduga ada penyimpangan dalam proyek ini. Pengerjaan yang asal jadi merugikan warga masyarakat sementara dana yang digunakan miliaran rupiah,'' katanya.
Tasman warga lainnya juga mempertanyakan pembangunan parit di sepanjang jalan yang belum tuntas.
"Parit yang dikerjakan panjangnya tidak sama dengan jalan, selain itu kualitasnya juga kurang bagus,'' katanya.
Dia juga mendesak aparat penegak hukum memeriksa kontraktor serta penanggung jawab proyek.
''Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan blokade jalan ini agar tidak dilintasi mobil-mobil berat,'' tambahnya.
Usut
Di tempat yang sama, anggota DPRD Karimun dari Fraksi Keadilan dan Pembangunan Ustad Komaruddin juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyimpangan pengerjaan proyek tersebut.
"Dilihat dari kondisi proyek, ada indikasi perencanaan yang kurang matang serta lemahnya pengawasan dari dinas terkait,'' katanya.
Komaruddin mengatakan akan terus mengawal pengusutan kasus tersebut sehingga dana yang dihabiskan untuk proyek tersebut dapat dipertanggungjawabkan di depan masyarakat.
''Kami menyangkan proyek yang terkesan asal jadi,'' tambahnya. (ANT-RD/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
