Logo Header Antaranews Kepri

Warga Mandah Swadaya Perbaiki Tanggul Jebol

Kamis, 20 Januari 2011 21:53 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA) - Warga Pulau Mandah, Desa Ngal, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, secara swadaya memperbaiki tanggul jebol yang mengakibatkan lima puluh rumah di pulau tersebut terendam air pasang sejak Desember 2010.

"Sambil menunggu penanganan dari pemerintah daerah, warga bergotong royong memperbaiki tanggul yang jebol setiap akhir pekan," kata Camat Kundur Ramly ketika dihubungi dari Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Menurut Ramly, perbaikan tanggul yang jebol akibat gerusan air laut itu dilakukan warga secara manual dengan cara ditimbun menggunakan peralatan seadanya.

"Kecamatan memiliki keterbatasan dalam memperbaiki tanggul tersebut. Kami sudah melaporkannya kepada wakil bupati dan Dinas Sosial untuk penanganan selanjutnya," katanya.

Saat turun ke lokasi Rabu (19/1) kemarin, dia mengatakan ketinggian air yang menggenangi memang masih tinggi. Namun demikian, kondisi kesehatan warga dalam keadaan baik meski aktivitas sehari-hari terganggu.

"Persediaan air bersih juga masih ada," kata dia.

Kepala Dinas Sosial Karimun Arnadi Supaat mengatakan penanganan tanggul yang jebol akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

"Kami akan bicarakan masalah ini dengan instansi teknis lain. Salah satunya dengan mengirimkan alat berat," katanya.

Menurut Arnadi, warga di pulau tersebut sebenarnya memiliki alat berat bantuan pemerintah daerah. Saat ini, alat berat tersebut disewakan warga di Tanjungbatu, Kundur.

"Alat berat ini akan kami bawa kembali ke pulau untuk menimbun tanggul yang jebol," kata dia.

Mengenai permintaan warga untuk meninggikan tanggul, dia mengatakan hal itu baru bisa diusulkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) untuk diusulkan dalam APBD.

"Peninggian tanggul mungkin akan dibahas dulu di Bappeda, yang jelas penanganan awal dengan cara mengirimkan alat berat," katanya.

Informasi dia peroleh, tanggul tersebut jebol di tiga titik, yaitu pada parit yang membelah pulau, memisahkan areal tambak ikan dengan permukiman warga.

"Kebetulan pemukiman warga lebih rendah sehingga air merembes masuk. Ketinggian genangan yang biasanya beberapa inci meningkat," katanya.

Tidak Terendam

Secara terpisah, petugas operasional tambak ikan Syamsurizal mengatakan seluruh tambak di pulau tersebut tidak terendam air pasang.

"Tidak ada tambak yang terendam karena tanahnya yang lebih tinggi. Kami tegaskan tanggul yang jebol bukan tanggul tambak, tetapi tanggul parit yang membelah pulau," katanya.

Ia menambahkan, di pulau tersebut terdapat 22 tambak ikan, dua tambak dikelola Dinas Perikanan dan Kelautan, sedangkan 20 lainnya milik masyarakat.

"Bibit udang dan ikan dalam tambak dalam keadaan aman," katanya.

Menurut dia, tingginya air pasang sejak Desember mengakibatkan luapan air ke pemukiman warga meningkat mencapai 1,5 meter.

"Lantai rumah panggung warga ada yang tergenang air, termasuk jalan dusun yang baru dibangun juga terendam," katanya.

Pulau Mandah merupakan pulau kecil dengan luas sekitar 2 kilometer persegi. Di pulau tersebut terdapat 50 kepala keluarga yang berprofesi sebagai nelayan.

Ketua Dusun I RT O1 Pulau Mandah, Nawer mengatakan, aktivitas warga terganggu karena rendaman air yang cukup tinggi mengganggu aktivitas warga.

"Kami berharap pemerintah daerah meninggikan tanggul agar pemukiman warga tidak lagi terendam air pasang," katanya. (ANT-RD/Z003/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026