
Isu Penjualan Drydocks Batam Resahkan Pekerja

Batam (ANTARA News) - Isu penjualan kepemilikan PT Drydocks World kepada Keppel Offshore and Marine meresahkan pekerja.
"Terus terang isu itu membuat kami bingung, apalagi dengan gaji yang belum dibayar," kata pekerja Drydocks World, Nico, di Batam, Jumat.
Ia mempertanyakan kebenaran isu yang beredar di kalangan pekerja.
"Kalau betul kami ingin tahu nasib kami selanjutnya," kata dia.
Menurut dia, pekerja akan menyambut baik pemindahan kepemilikan Drydocks World di Batam asalkan nasib pekerja diperjelas.
"Asalkan jangan hengkang saja, kalau penjualan saja, itu tidak apa," kata dia.
ikonfirmasi terpisah, Kabag Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP) Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan pihaknya belum mengetahui isu penjualan PT Drydocks World.
"Kami belum tahu dan mendengar," kata dia.
Ia mengatakan belum ada laporan mengenai kondisi terakhir Drydocks World di Batam, apakah kesulitan keuangan atau sebaliknya.
Djoko mengatakan kondisi Drydocks baru akan dibahas dalam rapat dengar pendapat DPRD Kota Batam, Senin (24/1).
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Udin Sihaloho mengatakan pernah mendengar isu yang meresahkan pekerja itu.
"Memang ada dengar isu demikian, tapi sudah dibantah Yard Director Drydocks Graha, Mr Alan Coway. Tapi, kami akan pastikan itu pada pertemuan minggu depan," kata dia.
Ia meminta Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan menyelidiki informasi itu.
Bila Drydocks betul diambil alih oleh Keppel, ia mengatakan, maka DPRD akan memastikan kewajiban perusahaan kepada subkontraktor terpenuhi.
"Kita menginginkan, jawaban dari pengambil keputusan terkait tagihan para subkontraktor," katanya.
(Y011/KWR/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
