
BUMD Kepri Optimistis Raih Keuntungan Rp7 Miliar

Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Kepulauan Riau optimistis meraih keuntungan sebesar Rp7 miliar lebih pada 2011 dari berbagai bidang usaha.
Kami optimistis pada 2011 meraih keuntungan sebesar Rp7 miliar, sehingga bisa melunasi utang sebesar Rp6 miliar," kata Komisaris PT Pembangunan Kepri (BUMD Kepri) Alfan Suheiri di Tanjungpinang, Senin.
Ia mengatakan keuntungan sebesar Rp7 miliar bisa diperoleh jika penyertaan modal sebesar Rp2 miliar yang diusulkan PT Pembangunan Kepri disetujui pemerintah daerah dan DPRD setempat.
"Kami sudah presentasikan rencana penambahan modal Rp2 miliar kepada Gubernur Kepri HM Sani selaku pemegang saham, dan kami berharap DPRD juga menyetujuinya agar kami bisa melunasi utang yang mencapai Rp6 miliar," kata Alfan.
Pada 2006 sampai 2007 BUMD Kepri telah mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp14 miliar, namun pada 2008 hingga 2010 tidak mendapatkan tambahan modal lagi karena dinilai belum mendapatkan keuntungan, serta DPRD menunggu hasil audit.
"Penambahan modal yang kami usulkan pada 2011 seluruhnya untuk investasi penyediaan avtur di Bandara Raja Ali Haji (RHF) Tanjungpinang, agar keuntungan maksimal bisa diperoleh dengan tidak menyewa lagi tanki milik orang lain," kata Direktur Keuangan PT Pembangunan Kepri Syahrial.
Menurut dia, modal tersebut digunakan untuk menambah tanki timbun avtur yang saat ini hanya mampu menampung 15 ribu liter per hari guna memenuhi kebutuhan pesawat yang mendarat di RHF.
"Kami berharap dengan penambahan modal untuk pengelolaan penyediaan avtur dengan baik bisa membawa BUMD Kepri keluar dari krisis finansial," kata Syahrial.
(ANT-HM/M008/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
