
Harga Cabai Hijau Bintan Naik 100 Persen

Tanjungpinang (ANTARA News) - Harga cabai hijau asal Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau yang dijual pedagang sayur-mayur Pasar Baru Kota Tanjungpinang naik 100 persen dari Rp15.000/kg menjadi Rp30.000/kg.
"Harga cabai hijau mulai naik pada hari ini, kemungkinan karena dipengaruhi Imlek, kata pedagang sayur-mayur di Pasar Baru Tanjungpinang, Fahmi, Sabtu.
Menurut dia, distribusi cabai hijau cukup lancar, karena Bintan dan Tanjungpinang berada di dalam satu pulau.
Selain cabai hijau, harga cabai merah yang sempat bertahan pada angka Rp55.000/kg selama dua pekan naik menjadi Rp60.000/kg.
Sedangkan harga cabai rawit bertahan tinggi Rp42.000/kg sejak dua pekan lalu. Biasanya, perubahan cabai rawit dan merah seirama, karena kedua komoditas tersebut berasal dari Pulau Jawa.
"Stok cabai merah dan rawit tidak banyak. Dalam sehari hanya terjual 5 kg," katanya.
Hal senada dikatakan Eli, 42 tahun, pedagang sayuran di Pasar Baru Tanjungpinang. Menurutnya, setiap hari cabai hijau, merah dan rawit selalu mengalami perubahan harga, karena dipengaruhi persediaan, biaya distribusi dan tingkat permintaan.
"Kami belum dapat memastikan apakah harga cabai merah, rawit, hijau berubah menjelang Imlek," ujar Eli.
Ia mengatakan, konsumen mulai mengurangi pembeli terhadap cabai merah, rawit dan hijau sejak bulan Ramadhan tahun 2010, karena harganya terus-menerus mengalami kenaikan. Konsumen lebih tertarik membeli cabai merah kering asal India, karena harganya lebih murah.
"Namun sejak awal tahun, harga cabai merah kering asal India juga mahal yaitu Rp38.000/kg," katanya.(ANT-NP/S025/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
