Logo Header Antaranews Kepri

Jalan Tanjungpinang-Bintan Terputus Akibat Banjir

Senin, 31 Januari 2011 18:03 WIB
Image Print
sebuah mobil dan bangunan terendam air banjir bercampur baukist di Tanjungpinang, Senin (31/1). (kepri.antaranews.com/henky Mohari)

Tanjungpinang (ANTARA News) - Ruas jalan utama yang menghubungkan Tanjungpinang dengan Kabupaten Bintan di Km 13 arah Tanjung Uban, Bintan, Kepulauan Riau sempat terputus beberapa jam akibat tergenang banjir sepanjang 150 meter.

"Kendaraan baru bisa melewati jalan yang digenai banjir sekitar pukul 09.00 WIB, setelah genangan air di dua badan jalan mencapai setinggi paha orang dewasa sejak subuh," kata salah seorang warga Km 13, Joni yang ditemui dilokasi, Senin.

Joni mengatakan, air bercampur lumpur limbah bauksit mulai menggenai jalan sejak Minggu (30/1) akibat hujan yang mengguyur Tanjungpinang dari Sabtu (29/1) hingga Senin.

ANTARA melaporkan, pengendara mobil maupun sepeda motor yang akan melaksanakan aktivitas sejak Senin pagi terpaksa memutar kendaraannya mencari jalur lain yang lebih jauh.

Di antara pengendara mobil dan motor terjebak di tengah-tengah jalan yang memerah akibat lumpur bauksit akibat memaksakan diri melewati genangan air yang diperkirakan sampai 60 cm.

Beberapa rumah warga dan empat buah mobil yang berada di bengkel juga terendam banjir.

Air bercampur limbah bauksit datang dari tambang bauksit milik PT Syahnur yang berada persis dipinggir jalan itu.

"Biasanya tidak pernah kami mengalami banjir di sini. Akibat aliran air ditimbun oleh penambang bauksit, sekarang menjadi tergenang," ujar Joni.

Menurut dia, rumahnya sudah terendam sejak Minggu (30/1) pagi, sebagian harta benda hanyut dibawa arus air yang cukup kuat.

"Beras saya hanyut, dari hari Minggu (30/1) saya dan keluarga belum tidur dan mengungsi ketempat yang lebih tinggi," ujarnya.

Genangan air mulai menyusut setelah sebuah alat berat menggali kembali saluran air yang sudah tertimbun bauksit Senin siang.

"Kami mengharapkan pihak perusahaan bertanggung jawab akibat genangan air bercampur lumpur yang sudah masuk ke rumah," harapnya.

Beberapa daerah lain di Tanjungpinang juga tergenang banjir, akibat beberapa selokan tersumbat, sehingga lingkungan warga dipenuhi sampah. (ANT-HM/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026