
BUMD Kepri Optimistis Raih Laba Rp5 Miliar

Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Kepulauan Riau, PT Pembangunan Kepri, optimistis meraih laba sebesar Rp5 miliar pada 2011 walaupun usulan penambahan modal sebesar Rp2 miliar tidak disetujui DPRD setempat.
"Tanpa penyertaan modal, kami bisa meraih laba sebelum pajak sebesar Rp5 miliar," kata Direktur Keuangan PT Pembangunan Kepri, M Syahrial di Tanjungpinang, Kamis.
Syahrial mengatakan, permintaan penambahan modal sebesar Rp2 miliar kepada pemerintah daerah bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan yang diperkirakan bisa mencapai Rp7 miliar.
"Tanpa penyertaan modal kami tidak bisa melunasi hutang direksi sebelumnya yang mencapai Rp6 miliar, makanya kami berharap ada tambahan modal agar hutang bisa dilunasi dengan keuntungan yang dicapai," katanya.
Menurut dia, PT Pembangunan Kepri siap memberikan penjelasan kepada DPRD Kepulauan Riau (Kepri) mengenai peruntukan tambahan penyertaan modal sebesar Rp2 miliar tersebut.
"Yang jelas, dengan ditambah atau tidaknya modal PT Pembangunan Kepri, tidak mengurangi kewajiban kami untuk memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dengan dukungan semua pihak," katanya.
Tambahan modal sebesar RP2 miliar itu, menurut dia, akan diperuntukkan untuk membangun dua tanki timbun avtur di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, agar kebutuhan avtur tercukupi.
"Kalau tambahan modal disetujui maka bisa segera kami mulai pembangunan, saat ini kami terpaksa harus bekerja keras menyisihkan pendapatan setiap bulan sampai mencukupi untuk pengadaan tanki tersebut," ujarnya.
Penyediaan avtur di RHF, menurut dia, terkadang terkendala jika angkutan laut mengalami hambatan dari Batam, karena tanki untuk stok avtur tidak mencukupi untuk melayani kebutuhan pesawat yang mencapai 15 ribu liter per hari.
"Apalagi akan ada tambahan pesawat yang masuk bandara RHF, tentu kebutuhan avtur semakin bertambah, jika tidak ada tanki timbun penerbangan bisa terkendala," ujarnya.
(ANT-HM/A035/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
