Logo Header Antaranews Kepri

Produksi Migas Nasional Berkurang 24.000 Barel Per Hari

Jumat, 11 Februari 2011 20:16 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Produksi minyak dan gas bumi bumi nasional berkurang pada awal Februari hingga 24.000 barel per hari, kata Deputi Umum BP Migas, Rizal Asir.

Ia mengatakan di Batam, Jumat, rata-rata produksi migas pada 2010 sebanyak 954.000 barel per hari. Namun, pada pekan pertama Februari 2011, produksi migas hanya sekitar 930.000 barel per hari.

Menurut dia, hujan besar yang terus menerus terjadi pada awal Februari menyebabkan minyak dingin dan membeku, sehingga tidak bisa diproduksi.

"Produksi migas berkurang karena terkendala faktor cuaca," kata Rizal di Batam, Jumat.

Selain cuaca, produksi minyak juga terkendala pasokan gas yang digunakan untuk membantu pengangkatan minyak terhenti, kata dia.

"Kebocoran pipa TGI menyebabkan pasokan gas untuk produksi Chevron terhenti selama beberapa hari," kata dia.

Akibat kebocoran pipa, itu, rata-rata produksi minyak nasional turun sebesar 6.000 barel per hari.

Meski rata-rata produksi migas menurun, namun, ia mengatakan tetap optimis mencapai target pengangkatan minyak bumi 2011 sebanyak rata-rata 970 ribu barel per hari.

BP Migas berupaya meningkatkan produksi minyak dengan meminta kontraktor kontrak kerja sama (KKS) mencegah penghentian produksi secara tidak terduga (unplanned shutdown).

BP Migas dan KKS menyiapkan berbagai langkah untuk meminimalisasi penghentian produksi tidak terduga dengan meningkatkan ketersediaan peralatan fasilitas produksi, meningkatkan keandalan peralatan fasilitas produksi, melakukan mitigasi resiko, dan optimasi rencana kegiatan pemeliharaan sehingga meminimalkan dampak pengurangan produksi saat kegiatan berlangsung.

Selain itu, kata dia, BPMIGAS dan kontraktor juga meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan operasi produksi migas.

"Kami optimis target rata-rata nasional bisa tercapai pada akhir 2011," kata dia.(Y011/M012/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026