Logo Header Antaranews Kepri

Bupati Ajak Pers Bersinergi Angkat Masalah Perbatasan

Kamis, 17 Februari 2011 19:57 WIB
Image Print
Bupati Nurdin Basirun, kiri, pada Seminar Pembangunan Pesisir. (kepri.antaranews.com.Rusdianto)

Karimun (ANTARA News) - Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun mengajak insan pers bersinergi serta menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dalam mengangkat masalah perbatasan, sehingga mendapat perhatian pemerintah pusat, baik menyangkut keutuhan wilayah maupun kesejahteraan masyarakat.

"Peranan insan pers sangat strategis, sehingga kondisi daerah perbatasan diketahui pusat secara cepat dan akurat," katanya dalam seminar memperingati Hari Pers Nasional 2011 dengan tema 'Peranan Pers dalam Pembangunan Wilayah Pesisir', di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Menurut Nurdin, pemerintah kabupaten juga punya kepentingan besar terhadap pers dalam memperjuangkan alokasi anggaran yang lebih dari pusat, baik melalui dana alokasi umum (DAU) maupun dana alokasi khusus (DAK).

"Porsi yang lebih kami nilai wajar karena karakteristik Karimun sebagai daerah perbatasan jauh berbeda dengan daerah lain," katanya.

Dalam seminar yang diselenggarakan Karimun Journalist Club (KJC) itu dia menuturkan, sebagai daerah kepulauan di beranda terdepan Indonesia, Karimun memiliki potensi besar bagi perekonomian daerah dan nasional, yaitu menangkap peluang investasi dan limpahan perdagangan dari Singapura, Malaysia maupun Selat Malaka.

"Sebagai kabupaten yang baru dimekarkan, kami tentu punya keterbatasan dalam memberdayakan potensi-potensi itu. Ketersediaan sarana infrastruktur di pulau-pulau juga masih terbatas, baik jalan penghubung antardesa, jembatan, maupun sarana transportasi laut," katanya.

Ia mengatakan sejak dimekarkan sebelas tahun lalu, pembangunan Karimun berkembang pesat, dan itu semua tidak terlepas dari peranan pers. Dia mencontohkan pemberlakuan status perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) serta penyelesaian konflik batas wilayah.

"Ke depan, kerja sama yang baik dapat terus terjalin dan bukan berarti pers tidak boleh mengkritik. Kritikan justru menjadi cambuk bagi pemerintah untuk membangun," katanya.

Nurdin yang baru terpilih sebagai bupati periode 2011-2016 itu mengaku bangga pada semangat seminar yang digelar KJC. Menurut dia, tema tersebut sangat aktual untuk diangkat dalam memperingati Hari Pers Nasional 2011.

"Pemerintah daerah sangat terbuka terhadap kritikan pers demi kesinambungan pembangunan," katanya.

Ketua KJC Sularno Menotelis mengatakan, insan pers di kabupaten tersebut mempunyai tantangan besar dalam menjembatani kepentingan masyarakat perbatasan dalam pembangunan.

"Tema pembangunan wilayah pesisir layak diangkat karena masih tertinggal dibandingkan daerah lain," katanya.

Seminar sehari yang digelar KJC tersebut juga menghadirkan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Supramono dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen Kepri Muhammad Nur.(ANT-RD/M008/Btm2)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026