
Adpel Karimun Peroleh Bantuan Kapal Patroli

Karimun (ANTARA News) - Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, memperoleh tambahan satu kapal untuk patroli dan pencarian serta penyelamatan korban kecelakaan laut dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
"Kapasitas kapal bantuan dari Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan ini lebih besar dibandingkan dengan kapal-kapal yang sudah ada," kata Kepala Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Gajah Rooseno usai menyerahkan kapal tersebut kepada nakhoda di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Gajah Rooseno mengatakan kapal bantuan itu panjangnya 28 meter dan lebar 4 meter dengan kecepatan mencapai 20 knot nautical mile.
Kapal yang dilengkapi mesin merek Volvo dengan 17 awak itu, lanjut dia, akan difungsikan untuk kegiatan patroli dan upaya pencarian dan penyelamatan atau SAR (search and rescue) korban kecelakaan laut.
"Semula kapal tersebut diperuntukkan bagi Adpel Selatpanjang, namun karena pelabuhan di sana belum memenuhi standar ISPS (international ship and port facility security) Code, maka Ditjen mengalihkannya ke Karimun," katanya.
Ia mengatakan kapal tersebut akan dilengkapi dengan senjata. "Pengadaan senjata untuk patroli masih berkoordinasi, dan menunggu persetujuan dari TNI Angkatan Laut," katanya.
Menurut dia, dengan tambahan satu kapal, pihaknya saat ini mempunyai empat kapal patroli.
"Kami berharap patroli dan operasional Adpel lebih optimal dengan tambahan satu kapal itu," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Karimun Cendra Nawazir mengharapkan kegiatan patroli Adpel dengan kapal tersebut dapat disinergikan dengan patroli instansi lain.
"Sebagai daerah maritim, Karimun sangat membutuhkan banyak kapal untuk melakukan pengamanan di laut, baik pencegahan tindak kejahatan di laut maupun penanggulangan kecelakaan di laut," katanya.
Musibah tenggelamnya KM Dumai Express di perairan Takong Hiu beberapa waktu lalu, menurut dia hendaknya dijadikan pelajaran dalam kaitan penanggulangan musibah secara cepat dan tepat.
"Masing-masing instansi sudah seharusnya saling bahu membahu dalam menanggulangi kecelakaan di laut," katanya.
(ANT-RD//M008/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
