
Taufik Hidayat: Atlet Habis Manis Sepah Dibuang

Batam (ANTARA News) - Pebulutangkis nasional Taufik Hidayat menyatakan, nasib atlet Indonesia bagai habis manis sepah dibuang.
"Dalam cabang olahraga, seperti habis manis sepah dibuang," kata Taufik disela-sela Kejuaraan Milo School Competition Batam, Selasa.
Menurut dia, atlet hanya diingat ketika berprestasi, sedangkan bila sudah tidak memenangkan turnamen tidak lagi diberi perhatian.
Saat berprestasi, kata dia, pemerintah memberikan berbagai perhatian dan bonus. Dan sebaliknya, saat prestasi memudar, perhatian pemerintah ikut hilang.
Ia mengatakan, dibanding negara lain, perhatian pemerintah Indonesia kepada mantan atlet sangat kurang.
"Di negara lain, masa depan olahragawan jelas," kata dia seraya menjelaskan, meski demikian, ia mengaku bersyukur bisa hidup dari bulutangkis.
"Saya juga berterimakasih selalu beri aspresiasi, bonus," kata Taufik.
Hal senada dikatakan mantan atlet badminton Ricky Subagdja yang menyatakan, pemerintah kurang memberikan perhatian kepada mantan atlet.
"Tidak ada pensiun, tidak ada jaminan untuk atlet," kata dia.
Ia mengakui saat berprestasi pemerintah memberikan berbagai apresiasi dan bonus. Tapi, itu kurang memberikan jaminan kepada atlet.
Sementara itu, mengenai perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau atau Batam terhadap pembibitan atlet, pria yang juga bergabung dalam PBSI Kepri itu mengatakan cukup baik.
"Pemerintah daerah cukup memberi 'support'," kata dia.
Dukungan pemerintah, terutama mengikutsertakan atlet muda berprestasi ke berbagai kejuaraan nasional.(Y011/I006/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
