Logo Header Antaranews Kepri

Tsunami Jepang Pukul Industri Batam

Selasa, 15 Maret 2011 15:24 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Gempa bumi 8,9 skala Richter disertai tsunami yang juga mengakibatkan ledakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang memukul industri di Batam, Kepulauan Riau.

"Pasokan komponen industri listrik dari Jepang terganggu sehingga berimbas pada industri di Batam," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau Cahya di Batam, Selasa.

Akibat pembangkit listrik tenaga nuklir milik Jepang meledak, aliran listrik ke industri terhambat sehingga perusahaan Jepang tidak dapat memasok kebutuhan komponen industri elektronik.

Padahal, kata dia, sebanyak 40 persen komponen industri di Batam dipasok dari Jepang.

Apalagi para pengamat memprediksi perekonomian Jepang baru bisa pulih pada akhir 2011. "Hal ini berakibat langsung ke Batam," kata dia.

Selain impor komponen, hasil industri Batam juga dikirim ke Jepang.

"Sebanyak 60 persen hasil industri elektronik Batam dikirim ke Jepang," kata dia.

Sementara itu, Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady mengatakan gempa berkekuatan 8,9 skala Richter disertai tsunami setinggi 10 meter di Jepang berpotensi menganggu ekspor Indonesia ke negara itu.

"Jadi untuk pengekspor dan pengimpor serta dunia usaha harus bersabar atau mengalihkan pasar mereka ke pasar baru selain Jepang," ujarnya.

Ia mengatakan, perdagangan bilateral antara Indonesia dan Jepang akan terganggu, investasi Jepang di Indonesia diperkirakan akan mengalami penurunan.

Ketua Bidang Perbankan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Silmy Karim menambahkan situasi tersebut dapat mempengaruhi perekonomian nasional karena Jepang merupakan salah satu negeri tujuan ekspor terbesar dunia.

Menurut dia, para pengekspor nasional terutama bahan mentah akan terganggu karena fasilitas industri atau pabrik yang menggunakan bahan baku dari Indonesia akan terkena imbas bencana tersebut.

Selama 2010, nilai ekspor nonmigas ke Jepang menembus 16,49 miliar dolar AS dan berada pada peringkat pertama negara tujuan ekspor Indonesia.

Pada Januari 2011, nilai ekspor nonmigas ke Jepang mencapai 1,21 miliar dolar AS atau 10,13 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.

(Y011/N002/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026