
Korban Bajak Laut Disarankan Lapori Polisi

Karimun, (ANTARA News) - Kepala Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau AKP Adi Warman menyarankan korban bajak laut bersenjata yang dikabarkan marak di perairan setempat membuat laporan resmi sebagai dasar proses penyelidikan.
''Informasi maraknya perompak sudah kami dengar, namun korbannya belum ada yang membuat laporan. Kami sarankan segera melapor sebagai dasar menyelidik pelaku,'' katanya ketika dihubungi di Tanjung Balai Karimun, Rabu 16 Maret 2011.
Adi Warman mengatakan, kepolisian sulit menyelidik jika informasi yang diterima sudah terlambat.
Setidaknya, korban membuat laporan satu atau dua jam setelah kejadian.
Meski demikian, pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengintensifkan patroli di perairan yang rawan perompakan, seperti perairan Pulau Nipah dan Moro.
''Kami telah koordinasi dengan Pos Polair Belakangpadang, Batam untuk menyelidiki pelaku perompakan.
Koordinasi juga kami lakukan dengan aparat penegak hukum lain yang memiliki sarana dan prasarana lengkap,'' katanya.
Menurut dia, penumpasan bajak laut merupakan salah satu instruksi Polda Kepri sehingga termasuk dalam skala prioritas.
''Namun, kami dihadapkan dengan keterbatasan sarana prasarana,'' katanya.
Kapolres Karimun AKBP Benyamin Sapta, dalam satu kesempatan mengatakan Satpolair hanya mempunyai satu kapal patroli berkapasitas besar yang sudah tua.
''Kapal tersebut tidak memadai dalam mengoptimalkan patroli, biaya operasionalnya tinggi akibat usianya yang sudah tua, apalagi bahan bakarnya menggunakan bensin,'' katanya.
Maraknya bajak laut bersenjata disampaikan Ketua Corps Pelaut Karimun Marzuki.
Marzuki menyatakan menerima 12 laporan perompakan terhadap kapal-kapal tunda jurusan luar negeri sejak Januari 2011.
''Perompakan yang terakhir terjadi pada Minggu (13/3) di perairan Pulau Nipah. Pelakunya menggunakan boat pancung berkecepatan tinggi,'' katanya.
Dia menuturkan, bajak laut bersenjata tajam dan senjata api tersebut berjumlah sekitar delapan orang dan mengancam akan menghabisi awak kapal jika tidak menyerahkan barang-barang berharga.
''Awak kapal ditelanjangi, barang berharga seperti uang, telepon seluler dan lainnya mereka rampas,'' katanya.
(ANT-RD/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
