
Silpa APBD Karimun 210 Sebesar Rp 200,37 Miliar

Karimun (ANTARA News) - Bupati Karimun, Nurdin Basirun, mengatakan sisa lebih perhitungan anggaran atau silpa 2010 mencapai Rp200,37 miliar.
"Silpa itu berasal dari realisasi pendapat sebesar Rp673,07 miliar, realisasi belanja pembangunan mencapai Rp740,6 miliar terdapat selisih defisit sebesar Rp67,5 miliar, dan ditambah dengan jumlah pembiayaan netto sebesar Rp267,9 miliar," paparnya dalam Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Karimun Tahun Anggaran (TA) 2010 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Karimun, Senin.
Penyampaian LKPJ, merupakan progress report tentang pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana yang diamanatkan UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
Ia menjelaskan, target pendapatan TA 2010 awalnya sebesar Rp 568 miliar setelah perubahan naik sebesar 118,50 persen hingga menjadi Rp673,07 miliar.
"Sedangkan realisasi belanja setelah perubahan ditargetkan sebesar Rp835,9 miliar untuk membiayai 24 urusan wajib ditambah 7 urusan pilihan. Sampai akhir tahun anggaran terealisasi sebesar 88,60 persen atau sekitar Rp740,6 miliar," jelasnya.
Kemudian dibagian pembiayaan penerimaan realisasinya mencapai Rp269,9 miliar, dikurangi biaya pengeluaran sebesar Rp2 miliar, maka realisasi pembiayaan TA 2010 sebesar Rp267,9 miliar.
Dia memaparkan ada tujuh poin yang disampaikannya untuk memperkuat penjelasan terhadap keberhasilan pembangunan yang telah dicapai sesuai dengan indikator kinerja, sasaran dan tujuan pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Kabupaten Karimun.
Pertama, indeks pembangunan manusia, mengalami perkembangan pada kisaran 73,26 hingga 73,33 persen dari periode sebelumnya, " katanya..
"Hal tersebut sejalan dengan rencana pemerintah yang telah memfokuskan sasaran pembangunan pada bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat," paparnya.
Di bidang pendidikan angka partisipasi sekolah (APS) yang memaparkan ukuran daya serap anak usia sekolah, terdiri dari dua bagian satu yakni angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasimMurni (APM).
"Untuk APK SD 106,58 persen, SLTP 95,60 persen dan SLTA 65,49 persen, sedangkan APM SD 85,65 persen, SLTP 67,94 persen dan SLTA 47,47 persen. Kemudian Angka Melek Huruf , persentase anak usia diatas 10 tahun yang tidak bisa baca tulis sebesar 3,76 persen," ujarnya..
Kedua, kesehatan, mengalami peningkatan hingga 100 persen, jumlah dokter spesialis meningkat 100 persen, tahun sebelumnya sebanyak 9 orang pada tahun 2010 naik menjadi 20 orang dengan rincian 9 spesialis dan 11 spesialis penunjang.
"Di pedesaan program pelayan kesehatan diakui secara nasional yakni Program Dokter Keluarga, terkait pelaksanaan program itu kami telah menerjunkan 16 orang dokter," katanya.
Ketiga, produk domestik regional bruto, tahun 2010 mencapai Rp4,26 triliun menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi terus mengalami peningkatan baik dari nilai nominal maupun realisasi produksi.
Keempat, pertumbuhan ekonomi, setiap tahun mengalami peningkatan sebesar 6,50 persen dari tahun sebelumnya.
Kelima, investasi, saat ini masih didominasi oleh pertambangan dan industri galangan kapal telah menyerap 15.752 tenaga kerja.
"Angka investasi penanaman modal asing di sektor investasi saat ini berjumlah sebesar Rp7,757 triliun, sedangkan investasi yang berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp2,2 triliun," jelasnya.
Poin keenam, ekspor, hingga akhir tahun 2010 terealisasi sebesar 63,7 juta dolar US sedangkan impor sebesar 146,9 juta dolar US.
Ketujuh, laju pertumbuhan penduduk selama tiga tahun terakhir berada pada kisaran 3,35 persen.
"Bila dilihat dari capaian program, masing masing kegiatan yang telah dilaksanakan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pembangunan selama tahun 2010 sudah terlaksana dengan baik, walau harus diakui masih ada sejumlah program pada SKPD tertentu yang belum dapat terselesaikan hingga akhir tahun," paparnya.
(ANT-HAMA027/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
