
HIV-AIDS di Batam Serang Usia Produktif

Batam (ANTARA News) - Sekitar 89 dari 98 temuan kasus HIV di Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan pertama 2011 menyerang warga usia produktif antara 20-49 tahun.
"Berdasarkan data, hampir semua usia produktif," kata Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam, Pieter P. Pureklolong di Batam, Sabtu.
Menurut dia, tingginya pengidap HIV-AIDS di Batam adalah maraknya tempat prostitusi. Terbukti dari penelusuran KPA, sebanyak 42 persen pengidap HIV di Batam ialah laki-laki pelanggan wanita tuna susila (WTS).
"Maraknya tempat prostitusi, memiliki andil besar dalam penyebaran HIV dan Acquired immune deficiency syndrome (AIDS)," kata dia.
Parahnya, kata dia melanjutkan, lelaki pelanggan WTS kemudian menularkan virus berbahaya itu kepada istri-istrinya.
"Kebiasaan buruk suami mengakibatkan ibu rumah tangga terjangkit HIV," lanjut dia.
Pada 2010, kata Pieter, HIV telah menular kepada ibu rumah tangga di Batam.
"Sebanyak 12 ibu hamil di Batam tertular HIV pada 2010," lanjut dia.
Dari 12 ibu hamil itu, sebanyak dua orang tertular pada Januari, seorang pada Februari, dua orang pada April, Juli hingga September seorang tiap bulan, November dua orang, dan Desember seorang.
Untuk meminimalisasi peningkatan jumlah penularan HIV-AIDS, KPA Kota Batam, memberikan perhatian besar pada kebiasaan buruk laki-laki di Batam.
"Kami khawatir perilaku tersebut akan mendorong peningkatan jumlah penderita HIV-AIDS di Batam, karena HIV juga telah menyerang ibu rumah tangga," ujar dia.
Pengidap human immunodeficiency virus (HIV) di temukan pertama kali di Batam pada 1992, hingga kini sekitar 1.600 warga telah terjangkit.
(ANT-YJN/N005/Btm3)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
