Logo Header Antaranews Kepri

Dishub Akan Perbaiki Lantai Pelabuhan Internasional yang Retak

Selasa, 7 Juni 2011 19:27 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, akan memperbaiki lantai koridor keberangkatan penumpang pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun yang retak dan dikhawatirkan terbelah dan ambruk ke laut.

"Dua hari lalu, staf Dinas Perhubungan (Dishub), Adpel dan Pelindo sudah melakukan survei pada bagian yang retak. Berita acara juga sudah dibuat untuk keperluan perbaikan," kata Manajer Cabang PT Pelindo I Tanjung Balai Karimun Agastiyan Kenanga Bumi yang dihubungi, Selasa.

Menurut Agastiyan, koridor penumpang yang retak bukan aset Pelindo, tetapi aset Dishub. Karena itu, perbaikannya dilakukan oleh Dishub.

"Aset Pelindo adalah bangunan pelabuhan, sedangkan lantai koridor dibangun Dishub yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang. Tapi kalau keretakan meluas sampai ke tiang bangunan, kami juga tentu tidak akan tinggal diam," ucapnya.

Lantai koridor pelabuhan tersebut retak atau nyaris terbelah dari bangunan induk sepanjang sekitar tujuh meter.

Keretakan terjadi mulai dari pintu keluar ruang tunggu keberangkatan menuju tangga ke dermaga.

Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan AKP Wiwit Ari Wibisono mengatakan otoritas pelabuhan hendaknya segera memperbaiki bagian yang retak karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan penumpang.

"Kami juga telah mengirimkan surat pada Pelindo agar segera melakukan perbaikan. Kami khawatir koridor tersebut terbelah dari bangunan induk dan ambruk ke laut," ucapnya.

Pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun yang bersebelahan dengan pelabuhan domestik melayani rute Singapura dan Johor, Malaysia dengan jadwal keberangkatan kapal mencapai 15 kali dalam satu hari.

Pelabuhan tersebut dibangun di pinggir laut dengan tiang-tiang penyangga serta menggunakan ponton terapung.

Beberapa waktu lalu, bangunan tempat menjual tiket di samping pelabuhan tersebut juga ambruk setelah mengalami keretakan dan menjebloskan seorang penjual tiket ke laut.(ANT-RD/S022/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026