Logo Header Antaranews Kepri

Harga Gula di Batam Berangsur Normal

Kamis, 30 Juni 2011 10:01 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Harga gula di pasar tradisional Batam, Provinsi Kepulauan Riau berangsur normal dengan kisaran harga Rp8.300-8.700 per kilogram pada dua hari terakhir.

Harga berangsur-angsur normal dalam dua hari terakhir, penurunan harga berkisar Rp500 per kilogram (kg), ujar pedagang kebutuhan pokok di Pasar Mitra Raya Batam Centre, Andi di Batam, Kamis.

Menurut Andi, hingga Rabu harga gula masih bertahan Rp9.000-9.500 per kg dan dua hari terakhir, gula yang diimpor dari Thailand sudah mudah didapat, karena itu harganya turun.

Pedagang di pasar Tos 3000 Jodoh Batam, Ruslan juga mengatakan hal serupa bahwa harga gula turun dua hari terakhir, sementara pasokan dari distributor mulai lancar.

Ruslan mengaku, pihaknya saat ini menjual gula impor asal Thailand dengan harga Rp8.500/kg, sedangkan sisa gula lokal yang masih ada seharga Rp9.000/kg.

Menurut Ruslan, gejolak harga gula yang terjadi sekitar satu bulan terakhir disebabkan pasokan tidak lancar. "Sekitar satu bulan lalu distributor tidak berani memasok gula lokal karena gula impor sudah masuk ke Batam. Akibatnya gula langka dan harga naik hingga Rp10.500/kg," katanya.

Setelah gula impor masuk sekitar seminggu terakhir, harga gula mulai turun walau belum stabil dan pasokan baru normal tiga hari terakhir.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam, Ahmad Hijazi mengatakan akan melakukan operasi pasar mulai pekan depan agar harga gula benar-benar sesuai yang diinginkan.

"Dengan impor ini harga gula diharapkan tertinggi Rp8.000/kg, jadi masih perlu dilakukan operasi pasar agar harga gula bisa kembali turun," katanya.

Menurut Hijazi, total gula yang akan digunakan untuk OP sebesar tiga persen dari jumlah gula impor untuk Batam, yang kebagian 6.000 ton, jadi yang digunakan untuk OP sekitar 180 ton.

Ia mengatakan, sasaran OP adalah daerah dengan tingkat ekonomi rendah seperti Kecamatan Sagulung, Batuaji, dan Kapling Punggur.


(ANT-L/S004/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026