
Tim PWPM Karimun Dirikan BLK di Tebing

Karimun (ANTARA News) - Tim Pengembangan Wilayah dan Pengembangan Masyarakat atau PWPM selaku pengelola dan penyalur dana pengembangan masyarakat dari perusahaan tambang granit Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mendirikan balai latihan kerja di Kecamatan Tebing.
Ketua Tim PWPM Karimun, Refly Waldi, Kamis, mengatakan, gedung balai latihan kerja (BLK), peralatan pelatihan sampai pakaian peserta ini dibangun dan disediakan oleh Tim PWPM Kelurahan Pamak.
''Pembangunan gedung dan pengadaan kelengkapannya menggunakan dana 'community development' (CD) yang dialokasikan untuk Kelurahan Pamak,'' katanya di sela-sela peresmian BLK oleh Bupati Karimun Nurdin Basirun.
Ketua Tim PWPM Pamak, Martoni mengatakan, gedung BLK yang diberi nama Mitra Mandiri itu dibangun dengan dengan dana sebesar Rp200 juta, termasuk pengadaan genset, peralatan dan sarana pendukung.
''Nilainya Rp200 juta yang kami kumpulkan sejak dana CD 2010 disalurkan tim kabupaten. Kami bersyukur selesai dibangun tahun dan segera kami optimalkan untuk pelatihan bagi warga,'' ucapnya.
Menurut dia, tahap awal, BLK tersebut membuka pelatihan las dan keterampilan membuat pintu dan teralis dengan prioritas pendaftaran bagi warga dan generasi muda Pamak.
"Meski demikian, kami juga akan memberi kesempatan bagi warga dari kelurahan lain untuk mengikuti pelatihan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah kita lakukan,'' katanya.
Bupati Karimun Nurdin Basirun usai meresmikan BLK tersebut mengapresiasi program Tim PWPM sehingga dana CD yang dipungut dari perusahaan granit di Pulau Karimun Besar mendatangkan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
"BLK sangat dibutuhkan dalam penyiapan tenaga kerja kawasan perdagangan bebas. Apalagi keterampilan las yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan galangan kapal,'' ucapnya.
Menurut Nurdin, kebijakan pemerintah daerah membentuk Tim PWPM bertujuan agar dana kompensasi dari perusahaan granit berbekas bagi masyarakat, baik dalam program pengentasan dari kemiskinan dan pengangguran maupun pembangunan infrastruktur kesehatan dan pendidikan.
''Pemerintah mendorong dana CD disalurkan berbentuk modal atau barang, bukan berbentuk uang tunai. Ini semua agar bisa dinikmati masyarakat,'' ucapnya.
Pendirian BLK, lanjut Bupati sudah sangat mendesak karena sejumlah perusahaan di kawasan bebas akan memulai kegiatan produksi.
''Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja, PT Saipem akan memulai kegiatan produksi karena sudah mendapat proyek besar. Tentunya, Saipem akan membutuhkan banyak tenaga kerja, inilah yang harus kita siapkan dari sekarang,'' ujarnya.
Bupati Nurdin dalam kesempatan itu menandatangani prasasti dan pembukaan selubung papan nama BLK sebagai tanda bahwa BLK tersebut siap difungsikan bagi kegiatan pelatihan.
Dia juga sempat mencoba peralatan las yang sudah disiapkan di gedung BLK yang berlokasi tidak jauh dari Gedung DPRD Karimun.
(ANT-RD/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
