Logo Header Antaranews Kepri

Penyaluran Gas Natuna-Batam Terkendala Pipa

Jumat, 15 Juli 2011 16:20 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Penyaluran gas milik Premier Oil dari sumur gas Blok A Natuna ke Batam terkendala ketersediaan pipa untuk memotong jalur Natuna-Singapura.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi di Batam, Jumat, mengatakan, penyaluran gas Natuna-Batam menggunakan pipa jalur Natuna-Singapura yang dipotong di tengah jalan untuk didistribusikan ke Kota Industri.

Titik serah gas yang ditentukan Premier Oil, kata Hijazi, berada di tengah laut, sehingga tidak disepakati PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Batam dan PT Universal Batam Energy (UBE) sebagai pelanggan gas.

"Titik serah dari Premier Oil awalnya di tengah laut, tidak disanggupi PLN Batam dan PT UBE," kata dia.

Namun, akhirnya disepakati titik serah gas berada di Pulau Pemping Kecamatan Belakang Padang, sebelum diteruskan ke Pulau Batam.

Pihak terkait akan membangun jaringan pipa melalui Pulau Pemping kemudian disalurkan ke Tanjunguncang dan Panaran.

Gas itu, kata dia, akan digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Listrik yang dihasilkan sebagian akan digunakan sebagai percadangan untuk industri sedang sebagian lainnya bisa disalurkan untuk kebutuhan masyarakat.

"Perbandingannya tergantung permintaan saja. Ini sekalian untuk mengantisipasi kalau terjadi gangguan di Sumatera," kata Hijazi.

Ia mengatakan, kontrak antara Premier Oil dengan PLN Batam dan UBE disepakati 2008, namun karena terkendala jaringan pipa maka hingga 2011 belum beroperasi.

Direktur PT UBE Arie Wibisono mengatakan, jaringan pipa akan mulai dibangun awal 2012, dan distribusi gas mulai dilakukan 2013 untuk memenuhi kebutuhan Kota Batam.

Berdasarkan kesepakatan, Premier Oil akan menyalurkan gas untuk PLN Batam dan PT UBE sebesar 55 BBTUD.

"Energi listrik yang bisa dihasilkan sekitar 110 mega watt. Untuk PLN juga sekitar 110 mega watt," kata Arie.

(ANT-YJN/R014/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026