Logo Header Antaranews Kepri

Satpol-PP Batam Intensifkan Razia PSK

Senin, 25 Juli 2011 23:25 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mengintensifkan razia pekerja seks komersial (PSK) jelang bulan Puasa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Zulhelmi, Senin, mengatakan razia akan dilakukan di seluruh wilayah Batam terutama derah Jodoh, Nagoya, Batuaji, dan Batam Centre yang selama ini menjadi tempat berkeliaran para pekerja seks komersial (PSK).

"Selama ini kami sudah rutin melakukan penertiban, namun akan kami intensifkan jelang dan selama bulan Puasa agar umat Islam tidak merasa terganggu saat menjalankan ibadah," kata Zulhelmi.

Menurut Zulhelmi, razia juga akan melibatkan pihak kepolisian dan Dinas Sosial (Dinsos) setempat. "Kami ingin memastikan tidak ada gangguan bagi umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa," ucap dia.

Selain PSK, Zulhelmi juga mengatakan akan merazia anak jalanan dan gelandangan yang akhir-akhir semakin banyak di Batam. "Anak jalanan dan gelandangan juga menjadi target razia kami," ujar dia.

Zulhelmi mengatakan, keberadaan PSK dan anak-anak jalanan di Kota Batam cenderung meningkat. Mereka kebanyakan berasal dari luar Kota Batam.

"PSK dan anak-anak jalanan yang terjaring diserahkan ke Dinsos untuk mendapat pengarahan. Selama ini dari hasil pendataan PSK dan anak jalanan oleh Dinsos diketahui sebagian besar berasal dari luar Batam," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinsos Kota Batam, Muhammad Sahir mengatakan akan mengintensifkan razia gelandangan dan pengemis jelang Ramadhan untuk mengantisipasi peningkatan jelang Ramadhan dan Idul Fitri.

"Pengemis dan gelandangan dadakan banyak jelang Ramadhan, mereka tidak hanya berasal dari Batam. Cukup banyak juga warga daerah lain yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mengemis di Kota Batam," kata dia.

Sahir mengatakan, razia akan dilakukan seminggu sekali selama bulan Ramadhan dengan melibatkan Satpol PP.

Razia akan dilaksanakan secara acak di beberapa titik. Mulai dari lampu merah hingga pusat keramaian seperti pasar. "Razia juga akan difokuskan di pusat-pusat perbelanjaan kawasan Nagoya," ucap Kepala Dinas.

Pengemis dan gelandangan yang terjaring razia akan diberi pengarahan dan pembinaan oleh Dinsos, tambah Sahir.

(ANT-L/Y008/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026