Logo Header Antaranews Kepri

Warga Batam Padati Bazar Ramadan

Selasa, 2 Agustus 2011 20:22 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Ribuan warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, memadati puluhan lokasi bazar Ramadan yang tersebar di penjuru kota, beberapa saat sebelum waktu berbuka puasa di hari pertama dan kedua bulan Suci itu.

Di Bazar Ramadan Nagoya, ribuan warga mengerubungi puluhan meja pedagang yang menyajikan berbagai penganan berbuka puasa.

"Mau cari makanan dari daerah apa saja ada di sini," kata warga Baloi Supriyatna.

Di Bazar Ramadan Nagoya, tersedia penganan khas Sumatra Barat seperti lamang tapai, dari Palembang ada empek-empek dan juga tersedia penganan daerah lain seperti onde-onde, lumpia dan lempok.

Untuk minuman, bazar yang diikuti puluhan pedagang itu menyediakan es kelapa, es rumput laut, es tebu, es campur, es cincau dan lainnya.

Sementara itu, di Bazar Ramadan Taman Sari, sekitar 30 pedagang memadati lapangan yang langsung berhadapan dengan jalan raya.

Warga Tiban A Ceng mengatakan menyukai berbagai penganan yang di jual di depan perumahan itu.

"Yang paling saya suka, roti prata," kata dia.

Ia mengatakan meski tidak menjalankan ibadah puasa, namun ikut menanti-nanti Ramadhan.

"Kalau bulan puasa enak, banyak orang dagang yang makanannya pun lain-lain," kata dia.

Bulan Puasa, kata dia, tidak hanya milik muslim, karena banyak yang menikmati indahnya puasa.

Di Pasar Ramadan Sei Harapan, ratusan warga berdesakan mengantre membeli penganan.

"Tiap tahun saya pasti ke sini, es cincaunya paling enak," kata warga Sekupang, Rahmi.

Wakil Wali Kota Batam Rudi, ikut membuka Pasar Ramadan Sei Harapan.

Sementara itu, baru tiga penyelengara pasar Ramadan yang melapor ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Batam, hingga H-3 Bulan Puasa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan tiga pasar kaget yang sudah melapor adalah di Fanindo, Aviari dan Botania Garden.

Jumlah itu, jauh menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 150 pasar kaget di penjuru Kota Batam.

Menurut dia, jumlah pasar kaget tidak berkurang jauh, namun kesadaran penyelenggara untuk melapor ke dinas yang menurun.

Jika tahun-tahun sebelumnya banyak penyelenggara pasar kaget melapor, namun tahun ini jarang.

Sebenarnya, kata dia, pemerintah tidak membatasi jumlah pasar kaget yang beroperasi dan memungut retribusi, melainkan hanya laporan agar mudah dipantau.

"Pemerintah hanya meminta penyelenggara menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan dan tidak mengganggu aktivitas umum," kata Amsakar.

(ANT-YJN/M027/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026