
Bensin di Karimun Habis

Karimun (ANTARA News) - Persediaan bensin di satu-satunya stasiun pengisian bahan bakar umum di Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau habis sejak Selasa pekan ini.
Sejumlah pengendara, baik kendaraan pribadi maupun umum gagal mendapatkan bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Poros, Tanjung Balai Karimun, itu, Rabu.
Ijal, tukang ojek mengaku terpaksa membeli bensin di kios meski harganya lebih mahal.
''Mau tak mau terpaksa beli di kios agar bisa cari penumpang,'' kata tukang ojek yang biasa mangkal di kawasan Pelipit, Kelurahan Sei Lakam.
Dia mengatakan kebutuhan bensin untuk sepeda motornya selamanya dibeli di SPBU. Selain kualitasnya terjamin, harganya juga sesuai ketetapan pemerintah.
''Di kios lebih, ada yang selisih harganya dengan SPBU sebesar Rp2.000 per liter, ada juga yang Rp4.000 per liter,'' ucapnya.
Gepeng sopir angkutan kota (angkot) mengatakan hal yang sama.
Dia juga mengaku terpaksa memarkir angkotnya karena juga gagal mendapatkan bensin di SPBU yang dikelola anak perusahaan Perusda Karimun, PT Ology Karimun Bumi Sukses (OKBS) tersebut.
''Mobil terpaksa diparkir karena saya khawatir kehabisan bensin di jalan,'' kata sopir angkot jurusan Kapling tersebut.
Dia enggan membeli bensin di kios dan pangkalan karena harganya mahal.
Di beberapa kios dan pangkalan yang didatanginya juga tidak menjual bensin dengan takaran kaleng ukuran 20 liter seharga Rp100.000 per kaleng, tetapi dengan takaran botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter dengan harga Rp10.000.
''Saya rugi jika membeli bensin dengan takaran botol. Botolnya memang ukuran 1,5 liter, tapi bensinnya tidak penuh,'' ujarnya.
Pengangkut Rusak
Manajer Operasional PT OKBS Yuswar Yahya Nati mengatakan pasokan bensin di SPBU Jalan Poros terputus akibat kapal pengangkut BBM dari depo Pertamina Tanjunguban rusak pada 3 September 2011.
''Kapal pengangkut rusak sebelum berangkat. Kerusakan terjadi pada bagian mangkuk jangkar kapal,'' katanya.
Kerusakan tersebut dapat teratasi karena perusahaan pemilik kapal langsung memberangkatkan kapal pengganti pada hari yang sama.
Namun demikian, keterlambatan keberangkatan kapal pengganti berdampak pada jadwal rutin kedatangan bensin yang biasa tiba menjelang akhir pekan.
''Kapal pengganti juga harus antre setelah sampai di depo Tanjunguban. Hal inilah yang menyebabkan persediaan bensin terputus,'' katanya.
Dia berharap kapal pengganti sudah tiba di Tanjung Balai Karimun pada Kamis (8/9).
''Mudah-mudahan tidak ada hambatan di laut, baik masalah cuaca atau kerusakan kapal,'' ucapnya.
Pantauan, pintu masuk SPBU yang melayani pengendara di tiga kecamatan di Pulau Karimun Besar itu dipasang pengumuman bensin habis serta ditutup dengan rantai.
Sejumlah pengendara berbalik arah setelah mengetahui SPBU tidak melayani pengisian bensin.
(ANT-L/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
