
Wali Kota Bantah Preman Recoki Proyek Sekolah

Batam (ANTARA News) - Wali Kota Batam, Kepulauan Riau, Ahmad Dahlan membantah batalnya proyek pembangunan empat sekolah karena direcoki preman.
"Tidak ada preman-preman, gagalnya pembangunan sekolah murni karena masalah lahan," kata Wali Kota, Minggu.
Wali Kota menantang pihak-pihak yang menyebarkan isu untuk membuktikan adanya campur tangan pihak ketiga dalam proyek pembangunan sekolah.
"Kalau ada, tunjukkan kepada saya. Biar saya bereskan," kata Ahmad Dahlan.
Menurut Wali Kota, keterbatasan lahan siap bangun menjadi satu-satunya alasan pembatalan pembangunan empat sekolah di kota industri.
Ia mengatakan, lahan yang disiapkan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam untuk sekolah bukan lahan jadi.
"Lahannya itu cekungan, ada juga lahan miring, sehingga perlu tambahan dana dan waktu untuk membangun di sana," kata Wali Kota.
"Lahannya ada, tapi belum jadi. Dan butuh anggaran untuk mematangkannya, buat urug itu berapa harganya," kata Wali Kota.
Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Tata Kota Batam Gintoyono Batong juga menyanggah pembatalan empat sekolah karena adanya intervensi pihak tertentu di Batam.
"Pembangunan dibatalkan karena kendala yang sangat teknis, yaitu ketidaksiapan lahan," kata Gintoyono.
Gintoyono menjelaskan, lahan yang sebelumnya dialokasikan untuk membangun SD di Seidaun belum siap karena elevansinya dua meter di bawah jalan.
Sedangkan lahan di Dapur 12 yang disiapkan untuk membangun gedung SMP status hibahnya belum jelas.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Batam Aris Hardy Halim mengatakan, pembatalan pembangunan empat sekolah karena intervensi seseorang. "Itu karena ada kepentingan pihak tertentu," kata dia.
Pihak itu, kata dia, merecoki jalannya lelang, sehingga peserta lelang mengundurkan diri.
(ANT-YJN/S023/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
