
Haji - Empat Calhaj Kepri Tidak Bayar BPIH

Tanjungpinang (ANTARA News) - Empat orang dari 117 orang calon haji asal Provinsi Kepulauan Riau yang masuk kuota tambahan tidak membayar biaya penyelenggaraan ibadah haji.
Calon haji (calhaj) yang tidak membayar biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) terdiri dari Tanjungpinang sebanyak dua orang, sedangkan Batam dan Karimun masing-masing seorang, kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau (Kepri), Razali Jaya, Selasa.
"Senin (19/9) merupakan batas akhir pembayaran BPIH, namun hanya 113 orang calhaj yang membayarnya. Empat kuota calon haji yang diberika untuk Kepri pada tahun ini akan dikembalikan ke pusat," katanya.
Semula Razali mengemukakan, jumlah kuota calhaj tambahan untuk Kepri sebanyak 118 orang, namun berkurang satu orang karena terjadi kesalahan dalam data yang disampaikan.
"Jumlah pastinya untuk kuota calhaj tambahan 117 orang," ungkapnya.
Sementara kuota calhaj Kepri yang ditetapkan berdasarkan jumlah penduduk yang beragama Islam sebanyak 984 orang ditambah 8 orang petugas. Sebanyak 820 dari 984 orang masuk dalam kloter 4 dan 5, sementara sisanya bergabung dalam kloter 22.
Calhaj Kepri telah memiliki paspor haji. Dalam waktu dekat mereka akan mendapatkan visa dari instansi yang berwenang di pusat.
"Nama-nama calhaj yang masuk dalam kloter 4, 5 dan 22 diketahui setelah ada manifes. Pramanifes dilakukan pada hari ini," ujarnya.
BPIH tahun 2011 untuk Kepri rata-rata Rp30.771.900 atau 3.537 dolar Amerika, dengan asumsi nilai tukar dolar Amerika ke rupiah sebesar Rp8.700. Uang tersebut dipergunakan untuk biaya penerbangan sebesar 1.720 dolar Amerika, "general service fee" untuk Kerajaan Arab Saudi 277 dolar Amerika, biaya pemondokan di Mekkah SR (riyal Saudi) 2.850 dan pemondokan di Madina SR 600,4 dan biaya tempat tinggal 405 dolar Amerika.
"Biaya calhaj diputuskan berdasarkan keputusan presiden," ungkapnya.
Seluruh calhaj asal Kepri diterbangkan melalui embarkasi Batam. Calhaj asal Batam, Tanjungpinang, Lingga dan Bintan masuk dalam kloter 4. Mereka masuk asrama haji Batam pada tanggal 4 Oktober 2011, dan sehari kemudian diterbangkan ke Tanah Suci.
Sementara calhaj asal Batam, Karimun dan Natuna masuk dalam kloter 5. Mereka harus berada di asrama haji pada 6 Oktober 2011, kemudian diterbangkan ke Mekkah.
"Kloter 22 terdiri dari calhaj asal Kepri yang tidak masuk dalam kloter 4 dan 5," ujarnya.
(ANT-NP/A013/Btm3)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
