
Ketua DPRD Kepri: Teroris Berupaya Adu Domba Agama

Tanjungpinang (ANTARA News) - Aksi bom bunuh diri teroris di Gereja Bethel Injil Sepenuh Solo, merupakan upaya teroris mengadu domba penganut agama Islam dan Kristen di Indonesia, ungkap Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Nur Syafriadi.
"Teroris masih menganggap aksi teror di rumah ibadah umat Kristiani dan umat Islam efektif untuk memecah belah persatuan di Indonesia," kata Nur yang dihubungi dari Tanjungpinang, Senin.
Menurut dia, teroris tidak berhasil mengadu domba masyarakat Indonesia, karena itu mereka terus melakukan aksi teror melalui bom bunuh diri di beberapa rumah ibadah, seperti yang terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh Solo, Minggu.
"Kami berharap umat Islam dan Kristen yang selama ini kompak, rukun dan harmonis tidak terprovokasi strategi terorisme," ujarnya yang diusung Partai Golkar.
Ia mengatakan, aksi teror di Indonesia sepertinya tidak pernah berhenti. Mereka terorganisasi dengan baik sehingga tetap eksis meskipun beberapa pemimpinnya telah meninggal dalam penyergapan.
"Teroris sepertinya tidak pernah berhenti menakuti masyarakat, meskipun pimpinannya sudah ditangkap dan dibunuh pada saat penyergapan," ungkapnya.
Nur mengatakan, teroris merupakan musuh bersama yang harus diperangi, karena telah merusak nama baik Indonesia, mengorbankan warga yang tidak bersalah.
"Teror dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di wilayah Kepri yang terbuka luas dan berbatasan dengan beberapa negara tetangga. Karena itu, kewaspadaan pemerintah dan aparat yang berwenang harus ditingkatkan sehingga dapat menutup peluang terjadinya aksi teror," katanya.
Ia mengutuk keras aksi teror yang terjadi Solo. Aksi itu telah mengganggu kenyamanan masyarakat Inonesia.
"Aksi seperti itu harus dihentikan oleh aparat yang berwenang dan seluruh elemen masyarakat. Aparat intelijen harus bekerja keras untuk mencegah, mengungkap dan menangkap pelaku teror," katanya.
Pemerintah pusat hingga daerah juga harus mewaspadai permasalahan itu dengan mengadopsi sistem penguatan ketahanan yang dimulai dimulai dari tingkat RT hingga di perkotaan.
"Poskamling harus kembali diaktifkan," katanya.
(ANT-NP/A013/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
