
PLN Karimun: Mesin Swasta Terganggu

Karimun (ANTARA News) - PT Perusahaan Listrik Negara Ranting Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, aliran listrik kepada pelanggan sering padam sejak sepekan terakhir karena adanya gangguan pada beberapa mesin pembangkit baru hasil kerja sama dengan perusahaan swasta.
"Listrik sering padam bukan karena kerusakan pada mesin pembangkit, tetapi karena terjadi 'trouble' pada beberapa mesin pembangkit baru dari mitra swasta," kata Kepala PT PLN Ranting Tanjung Balai Karimun, Khalid di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Ia menjelaskan bahwa gangguan pada mesin pembangkit baru, karena pengaturan mesin belum pas sehingga aliran listrik sering terputus.
"Namanya saja mesin baru, jadi masih membutuhkan penyesuaian. Teknisi masih terus menyempurnakan pengaturan mesin pembangkit baru itu agar pengoperasiannya berjalan dengan baik," katanya.
Dia menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ketika aliran listrik terputus.
"Kami terus berupaya memberikan pelayanan maksimal. Tetapi, kami tidak bisa memprediksi pemadaman akibat hal-hal di luar jangkauan kami," katanya.
Dijelaskannya, jumlah mesin pembangkit di PLTD Bukit Carok sebanyak 20 unit, termasuk 5 unit mesin merek MAK milik PLN yang disiapkan sebagai cadangan. Selebihnya merupakan mesin pembangkit baru yang dibeli oleh sejumlah perusahaan swasta.
Dengan penambahan itu, PLN Tanjung Balai Karimun mengalami surplus daya mencapai 3 megawatt (MW) saat beban puncak yang membutuhkan daya sekitar 20 MW.
"Daya yang tersedia lebih dari cukup dan dapat membantu jika terdapat mesin yang rusak atau menjalani perawatan rutin," katanya.
Sering padamnya aliran listrik di wilayah Pulau Karimun Besar dikeluhkan warga.
Yati, warga Kali Baru, Kelurahan Sei Lakam mengeluhkan listrik sering padam mendadak sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Kadang listrik padam pagi hari, kadang senja dan pernah tengah malam. Pemadaman tiba-tiba membuat kami sekeluarga tidak nyaman. Sabtu malam kemarin sempat padam satu jam sehingga membuat kami tidak bisa tidur," katanya.
Dia heran listrik masih terus padam sementara PLN menyatakan kelebihan daya setelah mendapatkan tambahan mesin pembangkit baru.
"Harapan kami pelayanan PLN menjadi lebih baik dengan adanya penambahan mesin baru," katanya.
Tari, warga Bukit Senang mengatakan pekerjaannya yang menggunakan aliran listrik terganggu dengan sering padamnya aliran listrik di rumahnya.
"Pekerjaan yang seharusnya sudah selesai menjadi tertunda karena listrik mati tiba-tiba," katanya.
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
